Harga Padi Melonjak, Warga Penghasilan Rendah Terancam Tidak Bisa Beli Beras - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Harga Padi Melonjak, Warga Penghasilan Rendah Terancam Tidak Bisa Beli Beras

Harga Padi Melonjak, Warga Penghasilan Rendah Terancam Tidak Bisa Beli Beras

Written By Admin Raka on Senin, 15 Januari 2018 | 14.15.00

RENGASDENGKLOK, RAKA- Imbas dari gagal tanam maupun gagal panen di Kabupaten Karawang berdampak pada mahalnya harga beras. Selain itu mengundang beberapa bandar dari luar daerah berdatangan, mereka berani memasang harga padi sangat tinggi dari awalnya hanya Rp 4.300 per kg, saat ini sudah mencapai harga Rp 7.500 per kg kering giling.
Kondisi tersebut juga mempengaruhi harga beras yang saat ini mencapai Rp 12.000 sampai Rp 14.000 per kg untuk varietas IR, pandan wangi dan muncul, sedangkan beras ketan Rp 22.000 per kg.
Masyarakat berharap pemerintah baik pusat maupun daerah segera turun tangan untuk mengantisipasi tingginya harga beras di pasaran. Karena tingginya harga beras tersebut membuat masyarakat berpenghasilan kecil menjerit, apalagi tingkat pengangguran semakin tinggi otomatis daya beli masyarakat juga rendah. Dikhawatirkan,  Karawang yang terkenal sebagai lumbung padi, namun masyarakatnya kelaparan karena tidak mampu membeli beras akibat terlalu mahal.
Mulyanah (43), warga Pacing Utara, Desa Dewisari mengatakan, dirinya sangat kaget saat membeli beras di warung dengan harga yang dinilai tinggi sekali. Padahal, seminggu sebelumnya harga masih standar berkisar Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kg nya. Jika harga beras terus naik, kemungkinan banyak masyarakat tidak mampu membeli beras. Ia berharap hal ini segera diantisipasi oleh Pemerintah. "Bisa dibayangkan kita tinggal di Karawang yang terkenal luas lahan pesawahannya harus kelaparan karena tidak mampu beli beras akibat tingginya harga, untuk menghidupkan keluarga dengan 2 anak dan berpenghasilan di bawah Rp100 ribu saat ini bingung ngaturnya. Untuk itu, mohon pemerintah mengerti kesulitan yang dialami oleh masyarakat kecil seperti saya ini," kengeluhnya.
Ditempat terpisah, pemilik pabrik gilingan padi Adung (41), warga Dusun Bengle, Desa Dewisari membenarkan, tingginya harga beras akibat harga padi melonjak sejak satu bulan terakhir. Meski demikian, bagi pemilik penggilingan sama sekali tidak berpengaruh terhadap pendapatannya. Tingginya harga beras bukan berarti mendapatkan keuntungan besar, karena harga padi dan biaya produksipun ikut meningkat. Terkadang rendemen yang dihasilkan saat digiling tidak sesuai harapan, sehingga setelah di kalkulasikan keuntungannya sangat kecil, bahkan sampai mengalami kerugian. "Bagi kami tingginya harga beras ridak berpengaruh terhadap keuntungan, karena harga padinya pun sudah tinggi. Kalau rendemen sesuai harapan kita dapat untung, terkadang sudah harga padi tinggi rendemennya rendah, hal ini yang sering dialami, imbasnya tidak jarang pedagang beras mengalami kerugian, seperti saya ini," katanya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template