Giliran Pelajar SMA Disuntik Difteri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Giliran Pelajar SMA Disuntik Difteri

Giliran Pelajar SMA Disuntik Difteri

Written By Admin Raka on Rabu, 10 Januari 2018 | 18.48.00

Selama Januari 27 Kasus Terjadi di Telukjambe Timur

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Setelah rampung menyuntik vaksin difteri kepada anak sekolah dasar dan PAUD, Puskesmas Wadas Telukjambe Timur mulai menyasar siswa setingkat SMA. Kemarin (9/1) sebanyak 300 siswa SMA Budi Mulia mendapat giliran pertama disuntik vaksin tersebut.
Kasubbag Puskesmas Wadas H. Anwar Sanusi usai melakukan vaksinasi mengatakan difteri penyakit sangat menular yang dapat menyebabkan kematian dengan cepat. Karena itu perlu ditanggulangi dengan imunisasi difteri agar wabah penyakit itu tidak menebar di lingkungan anak usia dewasa. "Sebetulnya tidak perlu membuat kita panik tetapi cukup meningkatkan kewaspadaan," ucap Anwar.
Anwar juga mengingatkan agar masyarakat aktif melakukan pengawasan. Jika di lingkungannya ada kasus difteri supaya cepat direspon dan melaporkannya ke petugas kesehatan setempat. Sehingga sedini mungkin wabah mematikan itu bisa ditanggulangi. "Penularan difteri berlangsung amat cepat dan bisa lewat udara. Karena itu penanggulangannyapun harus cepat," ucap Anwar. 
Masih dikatakan Anwar, sepanjang tahun 2017 jumlah kasus difteri yang ditemukan di Telukjambe Timur mencapai 27 kasus. Tetapi Anwar meminta masyarakat jangan panik, apalagi Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang sudah langsung melakukan upaya pencegahan dengan imunisasi difteri untuk meningkatkan kekebalan komunitas anak terhadap ancaman wabah penyakit tersebut. "Sampai saat ini sudah 622 ribu anak yang diimunisasi difteri dan targetnya 1,2 juta anak termasuk anak usia 19 tahun," tandas Anwar.
Sementara itu Kepala Sekolah SMA Budi Mulia H. Susetyarso menyampaikan siswanya antusias mengikuti imunisasi difteri. Dan itu terbukti tidak seorang pun anak didiknya yang tidak mendapatkan suntikan. "Semuanya masuk sekolah dan mendapatkan vaksin difteri," pungkasnya.
Kendati demikian, Susetyaso tidak menampik kalai diapun mengkhawatirkan wabah penyakit tersebut. Apalagi setelah tahu sebanyak 27 difteri terjadi di Kecamatan Telukjambe Timur. Meski ungkapnya sekarang ini pemerintah daerah sudah mengerah Dinas Kesehatan melakukan penanggulangan penyakit tersebut. "Jika suatu daerah sudah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) maka semua anak usia 1 - 19 tahun harus ditambah tiga kali imunisasi difteri lagi, dengan interval 0-1-6 bulan, Untuk menangkal itu, maka kami berupaya kerjasama dengan Puskesmas Wadas, guna dapatkan imunisasi itu," terangnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template