Gepeng Pantura Serbu Purwakarta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gepeng Pantura Serbu Purwakarta

Gepeng Pantura Serbu Purwakarta

Written By Admin Raka on Kamis, 25 Januari 2018 | 11.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Gelandangan dan pengemis (gepeng) kian marak di Kabupaten Purwakarta. Kondisi ini tak pelak membuat masyarakat risih dengan keberadaan penyandang masalah kesejahteraan sosial tersebut. Gepeng ini, rata-rata berasal dari wilayah Pantura, seperti Cirebon dan Indramayu.
Tidak hanya terpusat di sejumlah tempat wisata di Purwakarta saja, namun banyak dari gepeng ini juga memanfaatkan ramainya pusat perbelanjaan, jalanan dan lampu merah dengan tujuan untuk meminta belas kasih pengunjung. Seperti yang terpantau Radar Karawang pada Rabu (24/1) di sekitar area Taman Air Mancur Sribaguda dan Pasar Jumaah Purwakarta yang mulai bermunculan peminta-minta dengan beragam modus. Ada dengan cara berdagang sambil memperlihatkan wajah kesedihan, ada pula yang mengandalkan cacat fisik yang dimiliknya. "Kalau lagi makan di lesehan pinggir jalan pasti ada pengemis atau pengamen yang menghampiri," kata Iwan (30), pengunjung Situ Buled.
Meski hanya meminta belas kasih pengunjung, namun menurut Iwan, pemerintah melalui dinas terkait harus segera menertibkan para gepeng tersebut. Sebab, kata ia, jika ada pembiaran, maka pengemis lainya dapat bermunculan di kabupaten yang terkenal dengan tempat pariwisatanya itu. "Ya risih juga, karena nanti mereka keenakan minta-minta padahal kondisinya sehat semua," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Purwakarta, Tedi Kustiadi, memastikan jika pengemis yang berkeliaran di Purwakarta merupakan warga luar kota yang sengaja datang untuk mengais rezeki. "Para gepeng dan pengemis jalanan kebanyakan warga luar Purwakarta, seperti Indramayu dan Cirebon," ujar Tedi, ditemui di ruang kerjanya.
Menurutnya, masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial itu, selama ini menyebar luas sejumlah kecamatan di Purwakarta.  "Dalam satu bulan kita dua kali melakukan penertiban para pengemis. Sebelum dipulangkan mereka wajib membuat surat pernyataan untuk tidak kembali mengemis," bebernya.
Ia mengatakan, pihaknya pun terus berkoordinasi dengan pihak provinsi serta pemerintah daerah setempat untuk meminimalisir maraknya pengemis di Purwakarta. "Kendalanya yaitu ketika kita amankan kemudian dibina sebelum dipulangkan. Sebulan kemudian mereka pasti kembali lagi ke Purwakarta," ujarnya. (gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template