Gepeng dan Anjal Cuma Melintas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gepeng dan Anjal Cuma Melintas

Gepeng dan Anjal Cuma Melintas

Written By Angga Praditya on Rabu, 17 Januari 2018 | 17.00.00

Anggaran Dipotong Harapan Punya Rumah Singgah Kandas

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Serbuan gelandangan dan pengemis serta anak jalanan (anjal) di Kecamatan Telukjambe Timur ditepis pemerintah kecamatan tersebut. Berbeda dengan wilayah kecamatan lain yang menjadi basis para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), di kecamatan itu hanya jadi daerah perlintasan gelandangan dan pengemis.
"Tidak ada anak jalanan di wilayah Kecamatan Telukjambe Timur. Kalaupun ada tidak menjadikan wilayah kami sebagai pos dan tempat mereka singgah," ucap Camat Telukjambe Timur H. Asep Cece Juhandi, beberapa waktu lalu. Camat menambahkan wilayahnya steril dari gelandangan dan pengemis.
Kendati demikian Asep tidak memungkiri kalau wilayahnya juga menjadi target operasi gelandangan dan pengemis. Malah tidak sedikit juga anak jalanan yang menjadikan Telukjambe Timur sebagai wilayah kerjanya. "Kalau pengemis memang banyak yang hanya menjadikan wilayah kami sebagai wilayah kerjanya. Tetapi setelah itu mereka pergi dan kembali ke tempat singahnya," ujar camat.
Meski itu, camat mengatakan pihaknya serius menyikapi kehadiran para PMKs ini. Untuk itu pemerintah kecamatannyapun tidak mau ambil resiko terhadap kehadiran mereka. Karenanya upaya-upaya antisipasi dilakukan termasuk upaya prevensi guna mencegah masuknya para penyandang masalah kesejahteraan sosial itu ke wilayahnya. "Upaya Preventif terus kami lakukan guna mencegah  mereka masuk. Kami bekerjasama dengan satuan Polisi Pamong Praja jika memang dibutuhkan," tandas camat.
Sementara itu, menyinggung perlunya penertiban gelandangan dan pengemis serta anak jalanan ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak menampik keberadaan mereka di wilayah perkotaan. Hanya saja untuk melakukan penertiban hal itu harus dilakukan secara sinergis bersama dinas dan lembaga terkait. "Untuk persoalan anak jalanan , gelandangan dan pengemis, bukan menjadi tanggung jawab Satpol PP semata, melainkan semua elemen organisasi perangkat daerah  yang harus bertindak," ucap Kabid penegakan perundang undangan, Agus M.
Hanya saja, Agus menyayangkan belum adanya rumah singgah untuk menampung gepeng dan anjal. Padahal rumah singgah itu penting dimiliki untuk membina mereka agar tidak lagi turun ke jalan. "Harus ada dorongan kuat dari Pemerintah Daerah khususnya Dinas Sosial. Tanpa peran itu persoalan gepeng dan anak jalanan sulit dituntaskan," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Asep Achmad, sebelumnya juga mengatakan sejumlah kendala penanganan anak jalanan. Sampai saat ini hal itu masih menjadi kendala karena belum adanya rumah singgah. "Rumah singgah sampai saat ini belum bisa direalisasikan dikarenakanadanya devisit angaran. sehingga ada banyak bagian yang harus dipotong termasuk dana pembinaan jalanan," ucap Asep.
Asep juga menambahkan, akibat pemotongan anggaran itu dinasnya juga terpaksa melakukan pengurangan anak binaan. "Tadinya kami memiliki 25 anak binaan tetapi setelah pemotongan anggaran jumlahnya terpaksa kami susutkan menjadi 20 orang," ucap Asep. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template