Festival Musik Underground di Kotabaru Ricuh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Festival Musik Underground di Kotabaru Ricuh

Festival Musik Underground di Kotabaru Ricuh

Written By Admin Raka on Senin, 15 Januari 2018 | 12.30.00

KOTABARU, RAKA - Entah mengerti atau tidak dengan aliran musik, sejumlah remaja berdandan ala hardcore masuk ke arena moshing saat musik bergender black metal manggung di acara Sukamulya Distortion Pest, di Lapangan Portres 2 Sukamulya, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Minggu (14/1) kemarin. Selain tidak sesuai aliran, gaya moshing yang berbeda membuat anak-anak penggila musik berbeda genre itu akhirnya bersinggungan. Akibatnya, sudah dipastikan suasana berlangsung tidak kondusif dan berujung ricuh.
Melihat pemandangan tidak biasa itu, tim keamanan mulai dari petugas Koramil, panitia dan tokoh pemuda setempat bersiaga dan langsung menangkap para oknum penonton yang sengaja memancing keributan. "Untuk sejumlah oknum penonton yang menjadi biang kerusuhan langsung ditindak tegas, dengan meringkusnya lalu dikeluarkan dari arena hiburan festival band. Jika masih ribut, maka terpaksa acaranya kami sudahi saja," ungkap Ketua Pemuda Sukamulya Dedi Hartono kepada Radar Karawang, Minggu (14/1).
Dedi melanjutkan, tidak sedikit sejumlah penonton yang menyaksikan festival musik bergenre black metal, digiring paksa untuk keluar arena. Karena ada sejumlah penonton melakukan tindakan anarki. "Padahal tujuan diadakannya acara ini semata-mata untuk mencari generasi muda berbakat dalam jiwa seni," ujarnya.
Personel Band Pancaroba Cikampek Deden Nuraen mengatakan, kerusuhan dipicu sejumlah oknum penonton. Tapi tidak berlangsung lama, karena sudah berhasil diamankan. "Biasa itu mah oknum penonton," katanya.
Di lokasi yang sama, pemuda asal Telagasari, Irfan Rahmat menyampaikan, aksi penonton festival musik di Kotabaru sangat memalukan. Karena mereka tidak mengerti musik apa yang sedang dimainkan. "Kampungan banget, jiwa metal tapi masih ribut gara-gara jogetnya tidak sesuai dengan aliran," ucapnya.
Dia menilai, minimnya pengalaman serta kelabilan para penonton dalam menjiwai aliran musik tersebut, menjadi pemicu keributan terus berulang kali terjadi. "Ya lihat saja, itu yang tampil aliran black metal, bukan aliran hardcore. Ini mah yang tampil apa, yang jogetnya aliran apa. Tidak seperti di Bandung dan di luar wilayah lainnya kondusif," paparnya.
Ketua penyelenggara Sukamulya Distortion Pest Parid Perdana menambahkan, pihaknya sudah mengajak berbagai tokoh masyarakat, aparat di berbagai instansi untuk berjaga di arena kegiatan, agar acara musik cadas ini bisa berlangsung kondusif. "Para oknum penonton yang rusuh, kami keluarkan tanpa akan memberikan izin masuk kembali mereka," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template