Dukun Jomblo Gauli Pelajar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dukun Jomblo Gauli Pelajar

Dukun Jomblo Gauli Pelajar

Written By Admin Raka on Selasa, 30 Januari 2018 | 11.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Purwakarta, berhasil membekuk seorang dukun cabul di Kampung Cibening, Bungursari, Purwakarta. Pelaku ditangkap lantaran telah berbuat asusila terhadap pelajar salah satu SMK di Purwakarta yang masih di bawah umur. Pelaku mengaku menggauli pasiennya tersebut karena kesepian tak punya istri.
Pelaku adalah Nana Sukarna (49), warga Dusun Margassri, RT 003, RW 005 Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang. Dirinya di tangkap petugas di sebuah kontrakan di wilayah Bungursari yang dijadikan pelaku sebagai tempat operasi perdukunannya.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Agta Bhuwana mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Cucu Setiawati, lantaran anaknya berinisial SP (17) telah menjadi korban pemerkosaan pada saat korban meminta bantuan dukun dengan alasan korban sakit hati diputuskan cinta oleh kekasihnya. "Awalnya korban dikenalkan oleh pamanya terhadap dukun yang buka praktek didekat rumahnya, sebab si dukun kerap digunakan jasanya oleh paman korban. Sehingga korban tidak menaruh curiga terhadap pelaku," kata Kasat Agtha, Senin (29/1).
Korban lalu mengutarakan atas sakit hati yang dialaminya karena telah diputuskan cinta oleh kekasihnya. Setelah itu, pelaku yang telah memiliki nomor kontak korban kemudian telah berkomunikasi dengan melalui pesan singkat atau SMS, bahwa korban telah diguna-guna oleh kekasihnya dan tidak akan laku terhadap orang lain, sehingga harus dilakukan ruqiyah oleh pelaku. "Karena ketakutan kemudian korban datang seorang diri ke kontrakan tempat praktek perdukunan pelaku. Sementara pada proses pengobatan korban diharuskan tanpa menggunakan busana, kemudian dicabuli," ujarnya.
Paska kejadian tersebut, korban mengalami depresi dan kerap murung. Cucu orang tua SP yang curiga lansung mendesak korban, kemudian Cucu dikagetkan dengan pengakuan anaknya itu, bahwa pelaku telah diperkosa oleh dukun cabul tersebut. Agta menjelaskan, dari pengakuan pelaku, alasan telah mencabuli korban karena kesepian dan tidak memiliki istri. "Adapun motif pencabulan itu dilakukan dengan di bawah ancaman dan juga ditakut takuti. Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan undang-undang perlindungan anak diancam hukuman 15 tahun penjara,'' pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template