DLHK Diminta Minimalkan Polutan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » DLHK Diminta Minimalkan Polutan

DLHK Diminta Minimalkan Polutan

Written By Angga Praditya on Senin, 15 Januari 2018 | 14.00.00

Ajak Pengusaha Pembakaran Kapur Inovatif

PANGKALAN, RAKA - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) diminta agar melakukan lawatan ke pabrik-pabrik pembakaran batu kapur di Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru. Diharapkan melalui lawatan itu akan ada solusi untuk meminimalkan tingginya pencemaran lingkungan di wilayah selatan Karawang.
"Pasti ada solusi yang bisa direncakan agar pengusaha pembakaran batu kapur bisa mematuhinyua. Sehingga tingginya polutan yang diciptakan akibat pembakaran itu dapat diminimalkan," tandas Pemerhati Lingkungan dari Organisasi Pecinta Alam Oepas Korak, Ahmad Zaenal, beberapa waktu lalu. Dia menilai selama ini pemerintah daerah kuran serius menyikapi pencemaran lingkungan di wilayah selatan Karawang.
"Kuncinya cuma satu yakni keseriusan pemerintah dearah untuk bersikap dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupten Karawang mesti sering melakukan lawatan di lapangan agar mengetahui apa yang menjadi kendala antara pelaku usaha, masyarakat dan lingkungan," ucap Ahmad. Dia menyarankan agar DLHK bisa berperan untuk mengajak inovatif pelaku usaha pembakaran kapur di selatan Karawang. 
Asap pembakaran kapur selain berdampak terhadap lingkungan juga pengguna jalan. Mereka mengeluhkan tebalnya asap hitam yang menebar dari lio pembakaran kapur. Asap itu bukan hanya membuat mata pun perih. "Asap tebalnya bikin perih mata, saya hampir setiap hari melintasi jalan itu. Kadang ketika angin kencang, asap malah menutupi badan jalan, dan saya suka panik, khawatir bisa bertabrakan dengan pengguna jalan lain karena tidak melihat badan jalan," ucap Wiwid (39) pengendara motor dari Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor.
Sementara Usman (50) warga Desa Jatilaksana, mengatakan jika asap tebal di musim kemarau tidak terlalu riskan seperti saat angin kencang sering melanda. Angin kencang membuat asap mudah menutupi jalan utama. Hal itu justru membuat khawatir pengguna jalan. "Kalau di hari yang tenang, asap tidak begitu mengepul di jalan, ini mungkin karena angin Kencang yang tidak berarah membuat asap mudah menutupi jalan," ujar Usman.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, polutan di sepanjang perlintasan Kecamatan Tegalwaru hingga Pangkalan berlangsung setiap hari, termasuk hari libur Minggu. Padahal pada saat libur intensitas pengguna jalan terutama wisatawan yang hendak berkunjung ke wilayah Selatan Karawang amat tinggi. Karena kebanyakan mereka pengunjung maka
kondisi lingkungan jalan belum mereka ketahui. Maka aktivitas pembakaran Kapur yang disertai asap hitam tebal sering membuat mereka ragu-ragu melanjutkan perjalanan karena khawatir celaka.
Secara terpisah Kabid Kebersihan DLHK Nevi Fatimah, Minggu (14/1) ketika dimintai pendapatnya terkait tingginya bahaya pencemaran yang dilakukan pengusaha lio pembakaran batu kapur, mengatakan polutan itu mestinya harus diminimalisir. Untuk itu perlu alat pengendari pencemaran udara, dan itu harusnya dimiliki para pengusaha pencemaran udara itu.
"Sebenarnya ada alat pengendali pencemaran sederhana yang biayanya bisa terjangkau oleh pengimusaha lio. Tapi tentunya pengusaha harus investasi untuk penyediaan alat tersebut. Namun kebanyakan pengusaha-pengusaha lio tidak mau mengeluarkan biaya untuk pengelolaan pengendalian pencemaran lingkungan. Tetapi kita akan coba terus memberikan masukan-masukan dan sosialisasi mengenai dampak pencemaran lingkungan dari pembakaran kapur dan cara meminimalkan pencemaran akibat pembakaran kapur," ucap Nevi. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template