Diserang Kutu Petani Pare Gagal Panen - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Diserang Kutu Petani Pare Gagal Panen

Diserang Kutu Petani Pare Gagal Panen

Written By Admin Raka on Senin, 01 Januari 2018 | 16.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Petani tanaman Pare di Kampung Nyangkokot, Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat mengalami gagal panen. Tanaman mereka diserang hama jenis kutu hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
"Kutu tersebut memakan tangkai pohon hingga bunga Pare berbusuk dan buah pun banyak yang rusak. Biasanya untuk luas satu hektar kami bisa memanen 10 ton pare tapi kini panen hanya dapat dua ton saja. Kerugian ditaksir hingga mencapai Rp 20 juta," terang H. Olim (55) petani pare Desa Wanasari kepada Radar Karawang, Jumat (29/12).
Ia pun membeberkan menanam pare lebih banyak ruginya. Biaya operasionalnya lebih besar ketimbang yang dihasilkan. Dari biaya produksi yang dikeluarkannya hanya bisa kembali 20 persen saja. Dirinya mengaku sempat kehabisan akal menghadapi hama jenis kutu yang diduga jenis unggas pemakan pohon Pare. "Buah Pare yang bagus juga tidak maksimal, bahkan kuntet (Kecil,red). Saya, Menanam jenis sayuran jenis Pare itu sudah dua kali dalam satu tahun. Terakhir, awal tanam pare aman - aman saja, dan saya kembali lagi menanam padi, nah sekarang saya coba tanam jenis sayuran lagi agar unsur hara tanah bisa kembali normal," jelasnya.
Sementara Darwin (44) mengatakan dirinya sengaja ingin membeli hasil panen Pare milik H. Olim. Dia tidak menduga jika hasil tanam Pare itu malah mengalami kegagalan. Padahal harga Pare saat ini Rp 4.500 per kilogramnya. "Sekarang minat pasar cukup lumayan, dan saya pun sengaja turun langsung ke petani guna mendapatkan hasil yang memuaskan. Akan tetapi hasil berkata lain, dan saya tidak membeli di satu tempat saja, melainkan beberapa tempat yang memang bertanam pare," katanya.
Diterangkannya kebutuhan Pare diakhir tahun, justru mengalami peningkatan yang cukup baik. Bahkan pengepul Pare asal Jawa Tengah itu kini keteteran menghadapi permintaan pasar. "Bukan saja di wilayah Telukjambe Barat akan tetapi sampai ke wilayah Rengasdengklok dan Cikampek saya mencari pare. Biasanya petaninya juga bukan warga sekitar, melainkan warga Urban yang mengadu nasib menjadi petani di wilayah Kabupaten Karawang Karawang," tuturnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template