Disarankan Gunakan Cerobong Asap - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Disarankan Gunakan Cerobong Asap

Disarankan Gunakan Cerobong Asap

Written By Admin Raka on Selasa, 23 Januari 2018 | 14.30.00

Asap Pembakaran Batu Kapur Tutupi Badan Jalan 

PANGKALAN, RAKA - Semingga terakhir ini angin kencang kerap menyapu wilayah Kampung Pakapuran, Desa Tamansari. Akibat hempasan angin itu asap yang dihasilkan pabrik pembakaran kapur di desa itu ikut tersapu angin dan menutupi badan jalan dan pandangan pengendara kendaraan bermotor yang melintas di desa tersebut, sehingga rawan kecelakaan.
"Asap dari pabrik kapur di pinggir jalan Desa Tamansari itu tidak seperti biasanya, yang ini lumayan tebal dan lebar. Kalau tidak hati-hati mengendarai kendaraan bisa celaka," ucap Uwis (36) sopir mobil box pengangkut kerupuk asal Kecamatan Telukjambe Barat, Senin (22/1). Dia menggambarkan asap itu berpendar-pendar dan seperti bergulung di badan jalan raya.
Uwis menuturkan itu ketika menghentikan kendaraannya di pinggir jalan untuk mengeluarkan asap yang sempat masuk ke dalam mobilnya. "Saya tadi menyalakan lampu darurat supaya kendaraan di belakang saya tahu di depan ada saya. Kalau gak begitu bisa ditabrak saya dari belakang. Tetapi yang didepan saya juga begitu, makanya saya tahu di depan saya pun ada kendaraan," tuturnya lagi.
Lelaki yang setiapa hari melintasi perlintasan jalan Desa Tamansari itu berharap kondisi seperti itu segera mendapat perhatian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Paling tidak ada upaya melakukan pembicaraan terhadap para pengusaha pembakaran kapur untuk meminimalkan asap yang diproduksinya. Sehingga kondisinya bisa meminimalkan terjadinya kecelakaan.
"Kalau tidak bisa direlokasi paling tidak para pengusaha pembakaran itu membuat tungku pembakaran secara permanen. Misalnya dalam bangunan tertutup dan ada cerobong asapnya. Tidak dalam kondisi terbuka seperti sekarang hingga asapnya memencar kemana-mana dan membahayakan orang lain," tandas Uwis.
Hal senada diungkapkan Iyut (30) Warga Desa Pasirranji, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor yang juga menghentikan kendaraannya dipinggir jalan untuk mencuci matanya yang perih. Iyut saat itu mengendarai motor, meski sudah menggunakan helm tertutup namun tetap kemasukan asap sehingga membuat matanya perih. Karenanya sambil mencuci matanya dia sengaja menunggu asap menipis. "Saya tunggu asap menghilang dulu dari jalan, daripada celakai saya," ucap Iyut.
Iyut mengaku setiap hari melintasi jalan berasap di perlintasan Desa Tamansari itu, tetapi menghadapi asap setebal itu baru kali itu. Karena biasanya asapnya tidak melebar dan tidak tebal. Tetapi karena kondisi angin juga membuat asap jadi menebal dan membuntal-buntal di jalan. "Saya sudah biasa menghadapi asal di ruas jalan ini tetapi tidak separah ini," tambahnya.
Sementara itu, Rahmat (42) salah seorang pengusaha pembakaran batu kapur ditanya asap pembakaran kapurnya membahayakan pengguna jalan, hanya mengatakan asap yang memenuhi jalan biasanya tidak berlangsung lama. Lagi pula itu juga sekaligus peringatana bagi pengendara jalan supaya tidak ngebut mengendarai kendaraannya. Karena bisa mengakibatkan kecelakaan. "Biasanya kalau di belokan jalan pengendara suka seenaknya mengendarai kendaraannya, mereka selalu kebut-kebutan. Nah, dengan adanya asap mereka tidak bisa ngebut dan itu bisa meminimalkan terjadinya kecelakaan," katanya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template