Desa Walahar Buat Perdes Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Desa Walahar Buat Perdes Sampah

Desa Walahar Buat Perdes Sampah

Written By Angga Praditya on Jumat, 12 Januari 2018 | 16.00.00

Warga Dikenakan Iuran Tiap Minggu

KLARI, RAKA - Untuk menghindari terjadinya pembuangan sampah sembarangan Pemerintahan Desa Walah kembali membuat peraturan desa (Perdes) dengan mewajibkan seluruh masyarakat untuk ikut serta membyaar uang iuran pembuang sampah.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Walahar Sardi Anwar Surendra, bahwa sebelumnya program tersebut pernah berjalan selama tiga tahun lalu. Namun masih saja banyak masyarakat yang belum memenuhi kewajibannya. Maka dengan munculnya peraturan desa yang disepakti secara musyawarah tercatat bagi setiap warga perumahan atau yang tinggal di rumah dikenakan iuaran sampah sebesar Rp 2.000. Sedangkan untuk pedagang kaki lima sebesar Rp.5.000, serta toko atau kios yang membuka di wilayah Desa Wlaahar dikenakan sebesar Rp 7.000 untuk setiap minggunya. "Kalau perusahaan berbeda lagi, mungkin itu akan lebih besar," tuturnya.
Kali ini kata dia, program pembuangan sampah mesti lebih ditingkatkan lagi terutama dalam kesadaran masyarakatnya. Jangan sampai kata dia, Desa Wlahar kini dikenal sebagai desa lumbung sampah. Karena ada sejumlah titik yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah. "Saya tidak mau ada sampah lagi dimana-mana, apalagi sampai membuang ke sungai citarum, ingat sudah ada hukum pidananya, saya tidak mau warga saya nanti bermasalah," akunya.
Menurutnya, masyarakat diminta untuk lebih baik membayar iuran sampah jika dibandingkan harus bermasalah dengan penegak hukum hanya karena maslah membuang sampah ke sungai citarum. Dana yang dikumpulkan dari masyarakat nanti, kata dia, akan digunakan untuk operasional petugas pengangkut sampah dan pembayaran pembuangan sampah ke jalupang. "Jangan salah untuk buang sampah ke Jalupang, kita juga hartus bayar loh ke petugasnya, dan itu tidak sedikit," ungkap Sarti sambil tidak menyebutkan berapa besar uang yang harus dikeluarkan.
Dengan adanya peraturtan desa terkait, diharpkan masyarakat bisa ikut berperan dalam membasmi sampah yang berada di lingkungan. Sebagai manusia sudah semestinya kata dia, sadar akan kebersihan lingkungan dan merawatnya agar tidak menimbulkan sesuatu yang buruk terjadi dikemudian hari. Maka dirinya meminta agar masyarakat untuk bisa memenuhi kewajibannya. "Apa ruginya sih dengan uang segitu, yang penting lingkungan bersih dan jauh dari sampah, kan bagus juga buat lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang ingin fokus menjadi petugas pengangkut sampah nanti, digaji sama masyarakat," jelasnya.
Sementara salah satu padagang baso di pinggir desa, Yanto mengaku, bahwa dirinya sama sekali tidak berberat hati jika harus menyumbangkan uang hasil jualannya untuk kebersihan lingkungan. Yang jelas kata dia, aturan tersebut harus bisa berjalan dengan baik. Jangan sampai dana yang diambil dari mayarakat tidak digunakan dengan semestinya. "Kalu semua kompak, mau bayar sama mau menjaga lingkungan, ayo saja saya mah, yang penting tidak ada penumpukan sampah lagi," ucapnya.(yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template