Desa Mulyasejati Punya Bank Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Desa Mulyasejati Punya Bank Sampah

Desa Mulyasejati Punya Bank Sampah

Written By Admin Raka on Rabu, 10 Januari 2018 | 18.23.00

CIAMPEL, RAKA - Belum tersedianya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di wilayah Kecamatan Ciampel membuat sejumlah masyarakat terpaksa membuang sampah dimana saja bahkan termasuk di sungai dan irigasi. Tapi kali ini warga tidak harus bingung harus kemana membuang sampah, karena sudah ada tempat penampungan sampah atau bank sampah di Desa Mulyasejati.
Ketua Bank Sampah Desa Mulyasejati, Erna mengatakan, masyarakat sudah harus memiliki kesadaran bahwa dari sebuah sampah saja bisa menghasilkan sesuatu yang lebih berguna dan bermanfaat, bahkan bisa menjadi uang. Untuk menjawab permasalahan yang dialami oleh masyarakat di Cimapel dirinya mulai kemabli menghidupkan bank sampah sebagai salah satu solusi untuk mengurangi sampah yang berceceran di setiap jalan maupun rumah warga termasuk yang masuk ke sungai atau irigasi. "Dari sampah yang dikumpulkan bisa dijadikan uang loh, ditabung disini," tuturnya.
Untuk bisa mendapatkan uang, setiap masyarakat bergabung dalam keangotaan bank sampah dan menyetorkan sampah yang dikumpulkannya ke bank. Baik sampah oragnik maupun non organik. Yang jelas kata dia, bank sampah tidak meneriman sampah pampers maupun pembalut. "Sampah aja bebas yang penting jangan yang dua itu, pembalut sama pampers," ungkapnya.
Dari setiap masyarakat yang mendaftarkan diri menjadi anggota bank sampah akan diberikan tabungan dan catatan selama penyetoran sampah yang mereka berikan ke bank sampah. Keuntungannya sendiri nati akan bisa dimabil setelah lebaran. Jangan salah kata dia, sampai saat ini dari sampah yang dikelolanya selama satu bulan sudah menghasilkan uang dengan saldo sebesar Rp 1,5 juta. "Lumayan dari pada sampahnya dibuang dimana aja mending dibuang ke bank sampah," ucapnya.
Dari sampah yang dikumpulkan sendiri kata dia, akan dikekola kembali menjadi barang yang bermanfaat dan berharga. Seperti dijadikan kerajian dan bahkan pupuk. Maka dengan seperti itu tidak ada barang bekas yang mubazir karena semua bisa didaur ulang. "Untuk besaran nominal sampah yang dijual di bank sampah juga berbeda-beda," ungkapnya.
Diirnya berharap, masyarakat bisa masuk menjadi anggota bank sampah dan berlomba-lomba mengumpulkan sampah untuk ditabung di bank sampah. Bahkan bagi mereka yang memberikan sampah ke bank sampah ada juga yang sifatnya hanya untuk berzakat tanpa mengharpkan imbalan. "Kalau mau disumbangkan juga boleh kok, yang penting tidak ada lagi sampah yang dibung dimana saja oleh masyarakat," terangnya.
Sementara menurut Sekretaris Kecamatan Ciampel Irlan Suarlan mengaku, bahwa belum ada sama sekali tempat pembuangan sampah sementara untuk wilayah Ciampel. Maka tak heran jika masyarakat kerap membuang sampah sembarang. Sebelumnya kata dia, pernah ada perusahaan yang akan memfasilitasi tempat pembuangan sampah namun tidak mendapatkan izin. "Saya tanya balik sama masyarakat apakah mereka akan memberikan izin lingkungan jika nanti ada tempat pembuangan sampah di dekat tempat tinggalnya, kan tidak ada yang mau," ucapnya.
Maka dengan adanya bank sampah kata dia, diharpkan bisa menjadi jawaban permasalahan masyarakat Ciampel soal sampah. Terlebih sudah tidak boleh lagi membuang sampah di aliran sungai citarum maupun lokasi jalan lainnya. "Harus dimanfaatkan, bagus banget semoga bukan hanya di desa Mulyasejati saja, tapi ada bank sampah di setiap desa masing-masing," pesannya.(yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template