Depresi Ditinggal Orang Tua, Amak Gantung Diri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Depresi Ditinggal Orang Tua, Amak Gantung Diri

Depresi Ditinggal Orang Tua, Amak Gantung Diri

Written By Admin Raka on Selasa, 30 Januari 2018 | 12.30.00

KUTAWALUYA, RAKA - Warga Dusun Bakanloa RT 11/04, Desa Sindangkarya, Kecamatan Kutawaluya, digegerkan penemuan mayat yang menggantung di pohon sengon, tak jauh dari pemukiman warga, Senin (29/1) kemarin.
Diduga, korban Ahmad Jaelani bin Gomin (21) mengakhiri hidupnya akibat mengalami depresi, sejak orangtuanya meninggal 7 tahun yang lalu.
Menurut saksi mata, Tabriji (47), warga Dusun Kobakjiman RT 01/02, Desa Kalangsuria, saat dia sedang menggembala kambing di kebun, korban ditemukan tergantung dengan seutas tambang sekitar pukul 12.30. Dirinya mengaku sangat kaget ketika melihat sesosok mayat berkaos biru dan celana pendek warna hitam. "Awalnya saya kira orang yang lagi mancing di atas pohon, setelah didekati ternyata orang menggantung dan terikat lehernya. Karena takut, saya langsung teriak takbir," akunya kepada Radar Karawang.
Setelah mengetahui yang menggantung adalah manusia, dia melaporkan kejadian tersebut ke kantor Desa Kalangsuria. Namun setelah ditelusuri, ternyata korban merupakan warga Desa Sindangkarya, yang sudah lama mengalami gangguan jiwa. "Saya kira orang Kalangsuria, makanya saya lapor ke Desa Kalangsuria. Soalnya, kebon itu gak jauh dari perbatasan Desa Kalangsuria dan Desa Sindangkarya," ucapnya.
Sedangkan menurut saudara korban, Muhammad (36), Amak panggilan sehari-hari Ahmad Jaelani, semenjak kecil hidup di Jakarta dengan ayahnya. Sekitar 7 tahun yang lalu ayahnya meninggal dunia. Saat itu pula Amak mengalami depresi. "Sedangkan ibunya telah meninggalkan korban sejak lama," ujarnya.
Muhammad mengaku, kurang lebih pukul 11.00, dirinya melihat Amak sempat makan siang. Setelah itu, Amak diketahui membawa rokok dan sebuah golok pergi ke belakang. Pada pukul 11.30, dia mendapat kabar bahwa Amak telah meninggal dengan cara gantung diri. "Saya tahu kalau Amak itu sudah makan dan bawa rokok, saya gak nyangka kalau dia mau gantung diri," terangnya.
Pada hari itu juga, jasad korban langsung dikebumikan oleh pihak keluarga dan menolak untuk dilakukan outopsi, mengingat kejadian tersebut dianggap sebuah musibah. Setelah melakukan olah TKP oleh pihak kepolisian Rengasdengklok, pihak keluarga sepakat untuk membuat surat penyataan agar tidak dilakukan outopsi. Kepala Desa Sindangkarya H Acep Bajuri yang mendatangi rumah duka mengatakan, jika pihak keluarga ikhlas dan sepakat untuk membuat surat pernyataan agar tidak dilakukan outopsi. Dirinya hanya bisa mengamini, yang penting jangan ada tuntutan apa-apa di kemudian hari. "Ya ini kan musibah, kalau pihak keluarga sepakat untuk tidak diotopsi, kita ikuti saja," tandasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template