Demam Berdarah Mengintai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Demam Berdarah Mengintai

Demam Berdarah Mengintai

Written By Admin Raka on Selasa, 16 Januari 2018 | 14.30.00

Kader Kesehatan Dikerahkan Basmi Jentik Nyamuk Aedes aegypti

TEGALWARU, RAKA - Ancaman wabah penyakit demam berdarah mulai mengusik ketenangan warga Kecamatan Tegalwaru. Mereka khawatir memasuki musim peralihan panas ke dingin ini jentik nyamuk pembawa virus penyakit itu berkembang pesat. Untuk itu Puskesmas Tegalwaru melakukan sosialisasi bahaya demam berdarah langsung ke masyarakat.
"Kita tidak mau kecolongan lagi penyakit itu keduluan menyerang warga. Makanya sebelum ada warga yang terserang kita duluin melakukan antisipasi dengan sosialisasi bahaya demam berdarah," ucap Kepala Puskesmas Tegalwaru H. Ujang Suryana, via ponsel kepada Radar Karawang, Senin (15/1).
Masih dikatakan Ujang, sosialisasi yang dilakukan melalui instruksi disampaikan langsung puskesmas kepada kader-kader puskesmas di puskesmas pembantu di desa masing-masing. "Hampir semua kader kesehatan di desa-desa dikerahkan untuk melakukan sosialisasi bahaya demam berdarah. Diharapkan melalui sosialisasi itu kita bisa memotivasi warga untuk menjaga kebersihan lingkungannya, sehingga mata rantai perkembangbiakan jentik nyajuk aedes aedes aegypti bisa terputus," ucap Ujang.
Bahkan pelaksanaan sosialisasi itupun, terang Ujang, sekaligus mengadakan aksi bersih bersih drainase rawan perkembangbiakan nyamuk pembawa virus demam berdarah itu di wilayah Kecamatan Tegalwaru," ucap Ujang lagi. Masih dikatakan Ujang, sosialisasi yang dilakukannya sifatnya berkelanjutan di puskesmas-puskesmas pembantu di wilayah Kecamatan Tegalwaru.
Kepala Desa Cintawargi Agus, dimintai keterangannya terkait sistem informasi yang dilakukan puskesmas kepada puskesmas pembantu mengatakan pola informasi yang diusung UPTD Kesehatan itu dinilainya efektif. Buktinya, sampai saat ini belum ada warga yang teridentifikasi terkena virus demam berdarah. "Mengantisipasi jauh lebih baik ketimbang mengobati, warga kami sampai saat ini belum ada yang terindikasi terkena penyakit itu," ucap Agus.
Agus menambahkan, sitem penanggulangan penyakit demam berdarah ala Puskesmas dengan mengerahkan kader kesehatan dan bidan itu patut menjadi agenda kesehatan. Apalagi sistem itupun turut melibatkan masyarakat secara langsung dengan melaksanakan kerja bakti memutus mata rantai perkembangbiakan jentik nyamuk pembawa virus demam berdarah.
Secara terpisah tokoh masyarakat Desa Cintawargi, Inus (40) mengatakan, perubahan cuaca saat ini ikut mempengaruhi kondisi alam dan lingkungan tempat tinggal. Kondisi inipun berpengaruh terhadap menurunkan daya tahan tubuh. Sedang berdasarkan pengalaman penyakit demam berdarah merupakan efek dari perubahan cuaca dan amat rentan menyerang warga yang kondisi tubuh lemah.
"Saya setuju dengan inisiatif Puskesmas Kecamatan Tegalwaru untuk bersama sama melakukan antisipasi penyakit demam berdarah dengan memutus mata rantai perkembangbiakan jentik nyamuk pembawa virus demam berdarah. Karena melalui kegiatan penyebaran virus demam berdarah bisa terpantau," ucap Inus. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template