Daya Dukung Lingkungan Masih Rendah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Daya Dukung Lingkungan Masih Rendah

Daya Dukung Lingkungan Masih Rendah

Written By Admin Raka on Rabu, 17 Januari 2018 | 16.15.00

CILAMAYA, RAKA - Pertumbuhan penduduk yang pesat dan bentuk-bentuk permukiman tidak teratur menjadi faktor rendahnya daya dukung lingkungan. Karena itu, untuk menghindari proses perusakan sumberdaya alam dan lingkungan hidup, tatanan kebijakan yang harus ditempuh dengan mengembangkan penyerasian keseimbangan antara daya dukung lingkungan dengan jumlah penduduk.
Hal itu diungkapkan Pemerhati Lingkungan Hidup Tarsoen Woeryono melalui artikelnya, beberapa waktu lalu. Tumbuh berkembangnya pusat-pusat kegiatan kota pada umumnya diikuti dengan urbanisasi dan umumnya mereka adalah yang tidak memiliki perkerjaan. Oleh sebab itu tekanan berat bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, adalah penyediaan lapangan kerja, fasilitas pelayanan umum dan pengaturan tata ruang secara lugas dan ramah terhadap lingkungan.
"Pembinaan lingkungan di Kabupaten Karawang idealnya harus kembali dari lingkungan pedesaan, dan menumbuhkan swadaya masyarakat untuk membina permukiman sehat, memperhatikan adat, tradisi, dan pandangan-pandangan hidup masyarakat," ucapnya. Sedang bentuk permukiman yang berimbang antara hijauan privat dengan bangunan, pada hakekatnya mencerminkan karakteristik wilayah Kabupaten Karawang (tempo dulu), dan dicirikan oleh lingkungan sosial yang membaur dengan alam (petani padi sawah).
Dengan demikian, arah kebijakan permukiman yang membaur dengan lingkungan alam, pada akhirnya diharapkan mampu mendorong laju pertumbuhan perekonomian regional yang serasi, dan mampu membina interaksi sosial yang dapat memperkaya mutu kehidupan yang lebih hakiki. Hal tersebut menjadi penting mengingat bahwa Kabupaten Karawang menyandang gelar sebagai lubung padi nasional.
Masih dikatakan Tarsoen, penggunaan sumberdaya alam pada hakekatnya merupakan perlakuan perubahan-perubahan di dalam suatu ekosistem yang pengaruhnya akan menjalar pada seluruh jaringan sistem kehidupan. Semua pembangunan terjadi dalam suatu  ekosistem alami yang telah dan/atau dirubah oleh tindakan manusia. Pembangunan membawa perubahan-perubahan,  dalam berbagai ukuran, tetapi selalu di batasi oleh kendala-kendala ekologis yang bekerja dalam ekosistem alami.
"Lingkungan hidup sebagai wahana hubungan timbal balik antara makhluk dengan faktor-faktor alam, terdiri dari berbagai macam proses ekologi yang merupakan suatu kesatuan yang mantap. Proses-proses tersebut merupakan mata rantai atau siklus penting yang menentukan daya dukung lingkungan hidup terhadap pembangunan," ucapnya. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template