Daya Beli Masyarakat Menurun - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Daya Beli Masyarakat Menurun

Daya Beli Masyarakat Menurun

Written By Admin Raka on Rabu, 31 Januari 2018 | 13.30.00

PURWAKARTA,RAKA-  Harga kebutuhan pokok masyarakat beberapa minggu ini mengalami kenaikan seperti halnya harga telur naik dari Rp 20 per kilogram menjadi Rp 23 ribu per kilogram. Selain itu, daya beli masyarakat pun mengalami penurunan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Jumat Leuwi Panjang , Asep Eko Dwiyanto, mengatakan, meskipun saat ini harga sembako ada yang naik, tapi harganya standar saja karena stok cukup. "Dengan banyaknya di kios dan toko jadi tidak kekurangan, karena ada dampak juga dari Pasar Induk Cikopo jadi tidak kekurangan," ungkap Asep, kepada Radar Karawang, Selasa (30/1).
Ia juga mengatakan, kalau dulu orang belanja ke Bandung, sekarang sudah ada Pasar Induk Cikopo. "Ada dari penjual yang berdagang di pasar induk, ada juga masyarakat yang bertani langsung datang ke pasar untuk dijual, seperti pisang, ubi jalar, ketela, singkong, dan daging. jadi stoknya cukup. Kecuali karena stok kurang atau sulit mencari barang," paparnya.
Asep juga menjelaskan, sebetulnya yang mengganggu bukan harga yang naik, tapi daya beli masyarakat yang menurun. "Bisa jadi disebabkan oleh beberapa faktor, pertama pengaruh swalayan, kedua hampir ditiap pojokan jalan banyak yang jualan, kalau dulu kan pasar jadi tempat sentral jual beli. Karena para pembelinya sudah terbagi-bagi, belum lagi toko-toko online. Pasar seperti itu juga sulit membendungnya," jelasnya.
Ia juga menilai, untuk saat ini harga kepokmas berimbang dengan pasar-pasar lain, seperti di Pasar Rebo, dengan jumlah pedagang sembako di Pasar Jumat Leuwi Panjang kurang lebih diangka 400. Ia juga menghimbau kepada pedagang, agar menjual barang yang tidak kadaluarsa dan mempunyai kualitas bagus. "Untuk pedagang, jual dagangan yang belum jatuh tempo kadaluarsa dan jual produk yang bagus jangan menjual barang yang rusak. Kadangkala kan suka ada yang dicampur-campur dan barang yang memang jelek dan tidak jelas bisa merusak," paparnya.
Untuk pembeli, lanjut Asep, harus selektif dan belanja lagi ke pasar, ketika menemukam barang yang sudah kadaluarsa langsung laporkan kepada petugas agar ditindak lanjuti. "Karena pembeli gak ada kewenangan terhadap hal tersebut, apalagi barang yang kadaluarsa harus segera ditarik peredarannya," pungkasnya.
Sementara pantauan Radar untuk harga kebutuhan pokok dilapangan, bawang merah Rp 20 ribu per kilogram, bawang putih Rp 20 ribu per kilogram, beras Ir 64 kualitas 1 Rp 13 ribu per kilogram, buncis Rp 12 ribu per kilogram, cabai merah Rp 40 ribu per kilogram, cabai rawit Rp 40 ribu per kilogram, kentang Rp 15 ribu per kilogram, kol Rp 6.000 per kilogram, tomat Rp 10 ribu per kilogram, wortel Rp 12 ribu per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras Rp 35 ribu per kilogram, daging sapi Rp 110 ribu per kilogram, ikan mas Rp 30 ribu per kilogram, telor ayam ras Rp 23 ribu per kilogram, telor ayam kampung Rp 3.000 per butir. (cr2)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template