Dana Siltap Disunat, Linmas Desa Kutajaya Gigit Jari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dana Siltap Disunat, Linmas Desa Kutajaya Gigit Jari

Dana Siltap Disunat, Linmas Desa Kutajaya Gigit Jari

Written By Admin Raka on Kamis, 11 Januari 2018 | 12.00.00

KUTAWALUYA, RAKA - Usaha para pegawai Desa Kutajaya mendapatkan dana penghasilan tetap (siltap) hingga nekat menggembok kantor desa, memang membuahkan hasil. Namun, jumlah dana yang diterima ternyata tidak utuh, alias dipotong sang kades yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
Ketua RT 10/03 Dusun Bakan Banten Ujang mengaku dana siltap yang diterimanya dipotong Rp 150 ribu tanpa alasan yang jelas. Padahal, keluarganya di rumah sangat menantikan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. "Orang lain mah enak saat pembagian dana siltap bisa membawa gajinya masing-masing, lah saya gak dapet apa-apa," ungkapnya kepada Radar Karawang di kantor Desa Kutajaya, Rabu (10/1) kemarin.
Lelaki yang juga bekerja sebagai linmas, itu mengatakan dirinya punya utang kepada mantan istri muda kades. Namun, dia berharap urusan utang piutang tersebut dibicarakan terlebih dulu. "Kalau bisa jangan dipotong semua gitu. Keluarga saya tetap saja nanyain di rumah," ujarnya.
Sedangkan Mamo, anggota linmas lainnya mengatakan, 10 anggota linmas Desa Kutajaya ikut menjadi korban pemotongan dana siltap oleh Kades Suryana sebesar Rp 150 ribu. Jika dikumulatifkan, meski kades tidak hadir dalam pembagian dana siltap, namun sudah mengantongi Rp 1,5 juta dari hasil pemotongan jatah linmas. “Saya juga kena potongan sebesar Rp 150 ribu, dan semua anggota linmas Desa Kutajaya dipotong oleh kades tanpa alasan yang jelas,” tuturnya.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kutajaya Ubung Juhandi, berharap kejadian telatnya pembagian dana siltap tidak terulang lagi. Namun, dia menyayangkan pembagian dana ini tidak dihadiri oleh kades. "Seharusanya kepala desa bisa hadir dalam momen kali ini. Kabid DPMD dan camat aja turun (hadir),” katanya.
Di tempat yang sama, Kabid Pemberdayaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Karawang Budiman Ahmad mengatakan, hak perangkat desa harus dipenuhi karena sudah ada aturannya. "Jangan sampai kejadian penggembokan desa terulang lagi," ujarnya.
Ia juga menyayangkan acara pembagian dana siltap tidak dihadiri oleh Kades Suryana. "Mungkin ketidakhadirannya tersebut ada sesuatu hal yang lebih penting untuk membangun desanya sendiri. Saya berpikir positif saja dulu,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kades Kutajaya Suryana masih belum diketahui keberadaannya. Telepon selularnya juga dalam keadaan tidak aktif. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template