Dana Desa Miliaran Kurang Manfaat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dana Desa Miliaran Kurang Manfaat

Dana Desa Miliaran Kurang Manfaat

Written By Admin Raka on Rabu, 24 Januari 2018 | 16.00.00

KARAWANG, RAKLA - Pemerintah Daerah Karawang diingatkan agar lebih optimal menjalankan programnya memberdayakan masyarakat di wilayah pedesaan, terutama desa-desa yang menjadi kantung kemiskinan. 
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang Slamet Waluyo mengingatkan itu, Selasa (23/1). Berdasarkan data yang dimilikinya sumber kemiskinan di Karawang memang berada di pedesaan. "Sampai saat ini masih banyak buruh tani miskin yang tidak memiliki sawah. Karena itu Pemda harus konsentrasi melakukan pemberdayaan. Apalagi kan sekarang kucuran dana pemerintah ke desa sangat besar," ucap Slamet. 
Masih dikatakan Slamet, dana besar yang dikucurkan ke desa-desa harus bisa mensejahterakan masyarakat golongan miskin. Terlebeih dengan angka miliaran seperti sekarang, sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak menjadi solusi bagi masyarakat miskin. "Masyarakat saat ini harus betul-betul di berdayakan. Kucuran dana yang diberikan pemerintah ke desa harus bisa meningkatkan kesejahteraan warga miskin," ucap Slamet.
Slamet juga menyampaikan, dengan dikucurkannya dana desa seharusnya pemerintah bisa melakukan pemberdayaan, agar angka kemiskinan dan kriminalitas dapat diminimalkan. Untuk menurunkan tingginya angka kemiskinan, sebetulnya untuk Karawang hal itu amat memungkinkan. Dan itu bisa dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat desa.
"Pemerintah sudah punya tupoksinya masing-masing. Mari kita bekerja, sama-sama amanah dan profesional. Kalau di BPS itu, insya alah akan berjalan dan tidak ada penyimpangan," paparnya.
Slamet juga memaparkan perkembangan indeks harga konsumen dan inflasi yang saat ini mengalami kenaikan. Hal itu terlihat dari data sebelum November 2017 yang mencapai 132.59 inflasinya, sedangkan Desember 2017 inflasi mecapai angka 133.30. "Hingga Desember lalu, dari tujuh komponen pengeluaran enam kelompok mengalami inflasi dan hanya 1 kelompok yang pengeluarannya mengalami deflasi," ujarnya.
Masih dilanjutkan Slamet, inflasi tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 2.21 persen, sedangkan kelompok makanan jadi 0.36 persen, kelompok kesehatan sebesar 0.26 persen, kelompok sandang 0.20 persen, kelompok transpor komunikasi jasa dan keuangan 0.09 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0.02 persen, sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami deflasi sebesar 0.13. "Kelompok bahan makanan menjadi payumbang inflasi terbesar dengan angka 0.46 persen," paparnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template