Dana Desa Harus Cair Akhir Januari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dana Desa Harus Cair Akhir Januari

Dana Desa Harus Cair Akhir Januari

Written By Admin Raka on Rabu, 24 Januari 2018 | 12.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Mempercepat akselerasi pembangunan desa di Kabupaten Karawang, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Eko Putro Sandjojo, meminta Pemerintah Kabupaten Karawang tidak berpangku tangan menunggu hasil evaluasi Peraturan Bupati (Perbup) tentang Dana Desa dari Gubernur Jawa Barat.
"Dana desa tahap 1 tahun 2018 harus sudah cair sebelum Januari berakhir," ungkap Eko di sela-sela peresmian rice milling bantuan Kemendes di BUMDes Bersama di Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Senin (23/1).
Ia melanjutkan, dana yang bersumber dari APBN itu sudah tersedia dan tidak boleh lama mengendap di Pemkab Karawang. Jikapun alasan Perbup tentang Dana Desa masih dalam tahap evaluasi gubernur, pemkab dimintanya untuk jemput bola dan diimbau menyelesaikan regulasi itu sebelum akhir Januari, sehingga awal Februari dana desa tahap 1 ini sudah bisa dicairkan. "Biar saya yang telepon gubernurnya nanti, pokoknya kita minta perbup itu selesai sebelum akhir Januari. Dan saya dengar masih ada 9 kabupaten/kota yang perbupnya belum keluar," katanya.
Menurut Eko, presiden mendengar keluhan karena sebelumnya dana desa mulai turun bulan Maret, sehingga tahun ini diarahkan agar sebelum Januari berakhir, dana desa tahap 1 bisa turun segera, untuk kemudian berangsur di tahap berikutnya. "Dana desa se Indonesia ini mencapai Rp 61 triliun, dimana masing-masing desa ada yang mendapati Rp 800 jutaan hingga Rp 3 miliar, tergantung desanya masuk kategori tertinggal atau tidak," tuturnya.
Jika kemarin terkendala aturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dimana anggaran Rp 200 juta ke atas harus dipihak ketigakan, kata Eko, saat ini dirubah aturannya melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri, sehingga dana desa bisa dan harus dikelola secara swadaya atau padat karya oleh pemerintah dan masyarakat desa. "Dengan catatan 30 persen diantaranya wajib untuk upah pekerja, bisa harian dan maksimalnya upah mingguan," katanya.
Eko menambahkan, Karawang cukup bagus melobi ke Kementrian Desa, dengan alat rice milling yang bisa memproduksi beras kualitas baik di atas harga pasar selisih Rp 200, bisa secara penuh memberdayakan jaringan yang ada. Ia tak ragu telepon pimpinan minimarket, direktur BNI dan direktur BRI untuk bisa kerjasama pengelolaan beras hasil produksi di BUMDes Kecamatan Cilamaya Wetan ini. Maka dengan adanya bantuan rice milling ini, diharapkan BUMDes bisa bekerja, sehingga bisa memberikan nilai tambah buat para petani. "Kalau satu hektare produksinya 5 ton, nanti itu bisa dapat tambahan pendapatan Rp 1 juta rupiah per hektarnya, jika berasnya terjual di atas harga pasar," ujarnya.
BUMDes sebut Eko, jangan sampai menerima bantuan tapi tidak berkembang. Karena dia berharap 7 tahun kedepan, rice milling ini bisa bertambah dan diperluas sendiri lewat hasil pendapatan yang diraup dari usaha ini. "Jika biasanya beroperasi 10 jam perhari, harus dishift tambah lagi menjadi 20 jam. Apalagi nanti kalau sudah dikerjasamakan dengan bank, Bulog dan kemitraan lainnya," katanya.
Ketua BUMDes Bersama Kecamatan Cilamaya Wetan Asep Gunawan mengatakan, rice milling bantuan Kemendes senilai Rp 2 miliaran ini sudah beroperasi setiap hari. Dengan waktu 10 jam, huller yang sudah mempekerjakan 35 pekerja , sudah mampu produksi beras 15 ton per hari atau 20 ton gabah. Ia berharap, kunjungan menteri ke huller ini bisa membuat jaringan akses pemasaran, dan kekurangan yang dihadapi bisa terjawab untuk keberlangsungan produksi. "Kita siap dua Shift menjadi 20 jam beroperasi, setelah komitmen bersama ini disepakati," katanya.
Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari mengapresiasi atas keberhasilan BUMDes bersama di Kecamatan Cilamaya Wetan. "Ini tidak bisa dilepaskan dari peran kades dan stakeholder terkait. Sebab, apa yang dihasilkan dari rice milling ini bernilai uang sampai dengan dedaknya," ujarnya.
Atas arahan Menteri Desa soal pencairan dana desa tahap 1 tahun ini, pihaknya siap mengupayakan perbup yang sedang dievaluasi gubernur bisa turun cepat, sehingga desa-desa bisa segera mencairkan dana desa akhir Januari atau awal Februari ini. "Kita sedang upayakan perbup yang sedang dievaluasi gubernur segera selesai," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template