Cilamaya Wetan Kembangkan Udang Paname - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Cilamaya Wetan Kembangkan Udang Paname

Cilamaya Wetan Kembangkan Udang Paname

Written By Admin Raka on Kamis, 11 Januari 2018 | 17.00.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Luasnya tambak produktif yang tidak digarap diam-diam dibidik pemerintah desa dan pengusaha untuk mengembangkan budidaya hasil perikanan tambak. Bahkan, selain di Betok Mati, Kecamatan Cilebar, di sekitaran Dusun Parean - Praubosok, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, pengembangan usaha budidaya udang paname sedang menggeliat diawal tahun ini.
Penggarap budidaya udang paname di Dusun Parean, Asan (28), Rabu (10/1) mengatakan, usaha budidaya udang paname ini butuh modal yang tidak sedikit walaupun tambak yang dikelolanya hanya seluas dua hektar. Pasalnya, udang kualitas size terbaik dan jadi buruan restauran dalam dan luar negeri ini bisa menghasilkan produksi 12 ton per hektar. Harganya juga lumayan bagus karena perkilogramnya dibanderol Rp 70 - 100 ribu di tambak. Makanya dalam 1 ton saja sudah bisa mendapatkan hasil  Rp  70 - 100 jutaan.
Namun, sebutnya, usaha budidaya udang paname ini juga membutuhkan modal yang besar bahkan paling minim Rp 500 juta perhektarnya. Karena, selain pakannya yang mahal, perawatannya hingga masa panen yang singkat dalam tiga bulan itu bukan pekerjaan yang gampang.  Tetapi memerlukan penanganan khusus yang tidak sembarang orang bisa melakukan. "Bukan cuma harus jeli mengetahui kadar airnya tetapi kondisi cuaca, pergerakan air dan suhu juga mempengaruhi perkembangan udang paname ini juga amat menentukan keberhasilan pertambakan," ucapnya, seraya mengatakan di tambak Parean itu baru pengembangan dengan teknologi sekitar 1 hektar saja, selebihnya manual.
Pemuda asal Lampung ini menambahkan, dirinya didatangkan langsung untuk mengurusi teknis usaha budidaya udang paname ini. Siang dan malam hari Asan melakukan pengontrolan air untuk memastikan udang siap panen akhir Februari nanti. Sementara benihnya sebut Asan, ia datangkan dari Anyer melalui sistem transfer dan DO. Asan sendiri berharap perawatan dan pengembangan udang andalan ini, bisa lancar dan sukses di Muara Baru. "Walaupun baru satu hektar, semoga yang perdana ini lancar," katanya.
Kades Muarabaru Abdul Rojak mengatakan tambak di Parean dan Praubosok diakuinya masih banyak yang tidak digarap. Dirinya meminati usaha budidaya udang paname selain ikan bandeng. Karena warga desanya masih minim pengetahuan teknis dan tata cara budidaya paname ini, maka ia datangkan orang dari Lampung untuk mengurusi usaha tambak yang memiliki prospek bagus itu.
Ditanya soal biaya, rata- rata sebut Rojak, yang paling banyak menelan biaya itu di modal. Terutama pakan ternaknya yang dihargai Rp 400 ribuan perkarung. Tidak heran sebut Rojak, modal yang digunakan bisa mencapai Rp 500 juta per hektar. Akan tetapi dengan hasil panen tiga bulan modal itu akan tertutup dengan keuntungan hasil penjualan ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Selain di Betok Mati sambung Rojak, ia mencoba pengembangan mandiri di desanya dengan memanfaatkan tambak yang ada. Rojak juga berharap tanam perdana dan panen perdana nanti hasilnya baik dan mulus, sehingga bisa merambah kepada pengembangan ditambak lain yang belum digarap optimal. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template