Berfikir Matang Sebelum Menikah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Berfikir Matang Sebelum Menikah

Berfikir Matang Sebelum Menikah

Written By Admin Raka on Kamis, 25 Januari 2018 | 17.30.00

KOTABARU, RAKA - Memasuki awal tahun 2018, tren nikah di Kecamatan Kotabaru masih belum ada peningkatan secara signifikan. Meski demikian para calon pengantin diharapkan benar-benar matang untuk mengambil langkah agar tidak terjadi perceraian padahal baru nikah.
Oop Saprudin, staf KUA Kotabaru menyampaikan, berdasarkan pencatatan KUA di Kecamatan Kotabaru, di bulan ini puluhan pasangan berhasil lancar dinikahkan secara mata hukum dan agama. "Kalau pas bulan Desember itu 68 pasangan, nah diawal tahun ini baru 59 pasangan yang sudah dinikahkan, ya ini masih standar belum ada peningkatan secara signifikan," kata Oop, kepada Radar Karawang, Kemarin.
Oop melanjutkan, dalam menjalankan syarat dan prasyarat untuk dapat melakukan akad nikah sejauh ini masih dinilai umum. Sehingga tidak ada kendala yang dihadapi oleh pihak KUA. Bahkan dia berharap kondisi tersebut bisa terus dipertahankan sehingga kedepan juga tidak ada persoalan yang berarti. "Tren diawal tahun memang kebanyakan yang menikah itu umur 19 hingga 21, tapi ada juga yang usia 26 dan 27 tahun, macam-macam sih, cuman yang pasti trennya itu masih normal jumlahnya belum banyak," ucapnya.
Banyaknya penduduk, kata dia, diharapkan warga yang akan melangsungkan akad pernikahan tidak di luar jam kerja dinas. Karenakan selama ini, tidak sedikit proses akad nikah dilakukan di hari libur. "Iya kebanyakan di hari libur, dimana itu harinya untuk keluarga. Tapi ya syukur satu atau dua tempat, ini ada yang waktunya hanya selisih jam, terus jarak tempuhnya lumayan jauh," katanya.
Disamping itu, Kepala UPTD KB Kecamatan Kotabaru Hasan Basri menambahkan, diharapkan untuk para pasangan pengantin yang akan melangsungkan akad pernikahan bisa dilakukan pemeriksaan kesehatannya terlebih dahulu. Agar saat proses kebersamaannya tidak menuai hal yang tidak diinginkan. "Dan yang paling wajib itu, sebelum menikah. Harus bisa periksakan kesehatannya, biar lancar semuanya," ucapnya.
Dia berharap, dalam melangsungkan pernikahan, diharuskan memahami betul segala prosedur serta ketentuan yang berlaku. Hal ini bertujuan agar angka perceraian di wilayah ini tidak tinggi. "Ya kalau bisa harus sematang mungkin, karena nikah itu tidak main-main," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template