Beras Mahal Pedagang Nasi Kebingungan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Beras Mahal Pedagang Nasi Kebingungan

Beras Mahal Pedagang Nasi Kebingungan

Written By Admin Raka on Jumat, 19 Januari 2018 | 15.00.00

JAYAKERTA, RAKA- Akibat kenaikan harga beras yang melambung tinggi, beberapa pedagang nasi terpaksa memangkas porsi nasi yang diberikan kepada pembeli. Selain memangkas porsi nasi, salah satu pedagang nasi terpaksa menaikan harga dagangannya.
Menurut Icih (53), pedagang nasi asal Desa Jayamakmur, Kecamatan Jayakerta mengatakan, beras merupakan kebutuhan pokok pedagang nasi, namun dalam beberapa pekan terakhir harganya terus merangkak naik. Atas dasar tersebut, dirinya terpaksa menaikan harga per porsinya. "Ya gimana atuh, kalau gak dinaikin harganya di mana mau untung kita, sedangkan harga beras saat ini naik terus," katanya, kepada Radar Karawang.
Sebelumnya, ia menjual nasi persatu piring dengan harga Rp 4000 saat harga beras masih di bawah Rp 10 ribu perliter. Namun setelah harga beras mencapai Rp 12 ribu perliter, dirinya menaikan harga nasi menjadi Rp 6000 per satu piring.
Di tempat berbeda Enjah (54) pedagang nasi lainnya, mengutarakan keluhannya terhadap kenaikan harga beras, berbeda dengan Icih, Enjah lebih memilih memangkas besaran porsi nasi yang ia jual kepada pembeli. Banyaknya kebutuhan masyarakat, selain makan menjadi pertimbangan untuk menaikan harga nasi yang ia jual. "Saya juga termasuk masyarakat, tapi kasihan aja kepada mereka. Karena kebutuhannya bukan hanya makan doang," ujarnya.
Jelas saja, lanjut dia, atas tindakannya tersebut membuat beberapa pembeli komplain. Karena porsi nasi yang biasa ia terima tidak sesedikit seperti saat ini. Seperti yang dikatakan Samsudin (27), kenaikan harga beras berimbas kepada kenyang atau tidaknya saat ia makan. Biasanya, dengan uang Rp 10 ribu ia sudah bisa makan dengan puas di dampingi lauk yang cukup. Namun, saat ini pengeluarannya terpaksa membengkak. Mengingat, beras ataupun nasi merupakan kebutuhan pokok sehari-hari yang tidak bisa di lepaskan. "Pantas saja masyarakat yang lainnya menjerit, karena beras itu kebutuhan pokok yang tidak bisa di lepaskan,"  ucapnya.
Dirinya meminta kesigapan pemerintah pusat ataupun Pemerintah Kabupaten Karawang, agar mengembalikan harga beras kembali normal, dengan harga Rp 12.000 perliter di nilai sangat mencekik. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template