Beras Mahal Buruh Tani Malah Terbebani - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Beras Mahal Buruh Tani Malah Terbebani

Beras Mahal Buruh Tani Malah Terbebani

Written By Admin Raka on Kamis, 18 Januari 2018 | 16.15.00

RENGASDENGKLOK, RAKA- Kenaikan harga beras tidak dapat dinikmati oleh buruh tani. Malahan, buruh tani semakin terbebani dengan kebutuhan ekonomi semakin berat. Pasalnya, upah buruh tani rendah, sementara kebutuhan pokok semakin meningkat.
Salah seorang petani, Abdul Somad, mengatakan, harga gabah kering saat ini sedang tinggi, namun tidak semua petani mendapatkan berkah dari kenaikan harga gabah ini. Pasalnya, saat ini petani banyak yang belum panen. "Beras memang mahal saat ini, gabah juga harganya sedang bagus. Tapi, tidak semua petani dapat merasakannya, soalnya banyak yang belum panen. Saya juga sekarang belum panen," katanya.
Menurutnya, kenaikan harga beras ini menguntungkan penjual beras. Sementara bagi buruh tani, kondisi ini sangat memberatkan. Pasalnya, harga kebutuhan pokok semakin tinggi, sementara penghasilan tidak bertambah. "Kalau bagi buruh tani, kenaikan harga beras ini sangat memberatkan. Upah buruh tani yang rendah, tapi harga kebutuhan pokok semakin meningkat. Jadi kasihan buruh tani, bebannya terus bertambah," ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, dia meminta agar pemerintah kembali menstabilkan harga beras. Masyarakat di tingkat bawah sangat merasakan sekali kenaikan harga beras ini. Belum lagi, kebutuhan lainnya pun iktu meningkat. "Ya kalau bisa pemerintah segera stabilkan kembali harga beras, jangan mahal-mahal. Kasihan masyarakat di bawah. Buruh tani yang sehari-hari bekerja di sawah, tanam padi, malah beban hidupnya bertambah. Kalau beras murah kan enak, beban masyarakat bisa terkurangi," ujarnya.
Sebelumnya, pemilik pabrik gilingan padi Adung (41), warga Dusun Bengle, Desa Dewisari mengungkapkan, tingginya harga beras akibat harga padi melonjak sejak satu bulan terakhir. Meski demikian, bagi pemilik penggilingan sama sekali tidak berpengaruh terhadap pendapatannya. Tingginya harga beras bukan berarti mendapatkan keuntungan besar, karena harga padi dan biaya produksipun ikut meningkat. Terkadang rendemen yang dihasilkan saat digiling tidak sesuai harapan, sehingga setelah di kalkulasikan keuntungannya sangat kecil, bahkan sampai mengalami kerugian. "Bagi kami tingginya harga beras ridak berpengaruh terhadap keuntungan, karena harga padinya pun sudah tinggi. Kalau rendemen sesuai harapan kita dapat untung, terkadang sudah harga padi tinggi rendemennya rendah, hal ini yang sering dialami, imbasnya tidak jarang pedagang beras mengalami kerugian, seperti saya ini," katanya. (rok/asy)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template