Bayangan Bumi Tutupi Bulan, Umat Muslim Dihimbau Salat Gerhana Bulan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bayangan Bumi Tutupi Bulan, Umat Muslim Dihimbau Salat Gerhana Bulan

Bayangan Bumi Tutupi Bulan, Umat Muslim Dihimbau Salat Gerhana Bulan

Written By Angga Praditya on Rabu, 31 Januari 2018 | 14.45.00

TELAGASARI, RAKA - Dewan Keluarga Masjid (DKM) di semua masjid di Kecamatan Telagasari diminta untuk melaksanakan shalat gerhana bulan hari ini (31/1). Diperkirakan gerhana bulan total mulai melintasi Karawang sekitar pukul 18.48 Wib dan berakhir pukul 22.11 Wib.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Telagasari, KH Muhammad Jufri Assalamie menyerukan itu, Selasa (30/1). Bukan hanya DKM masjid, tetapi MUI bersama Nahdlatul Ulama (NU) juga meminta untuk semua umat muslim di Karawang untuk melakukan salat khusuf berjamaah di masjid-masjid. "Saya himbau masyarakat muslim datang ke masjid-masjid untuk sama-sama melaksanakan Shalat Khusuf berjamaah pukul 20.00 Wib," katanya.
Dikatakan Kiai Jufri, takbiran salat gerhana bulan lazimnya malam Idul Fitri dimulai sambil menunggu jemaah. Ia mengingatkan masyarakat sebut Kiai Jufri, untuk tidak mengkultuskan hubungan gerhana dengan hal-hal mistis, karena murni senagai tanda kekuasaan Allah. Lebih baik sambungnya, diisi dengan berdizikir, berdoa, bershodaqoh dan memohon ampunan Allah.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Burdah Cilamaya, KH Aning Amrullah mengatakan, Gerhana bulan merupakn salah satu cara Allah SWT memperlihatkan kekuasan-Nya kepada ummat manusia. Tujuannya agar ummat manusia dapat mentafakkurinya, sehingga tambah-tambah dekat kepada sang penciptanya. Jangan sia-siakan momen fenomena alam ini dengan tidak mengisi Masjid-masjid dan sholat berjamaah, bukan dengan memitoskan hal-hal lain yang tidak sejalan dengan Alquran dan Hadist.
Di dalam hadits Qudsi dijelaskan bahwa Allah menyatakan bahwa 'PrasangkaKu tergantung prasangka hambaku' dengan kata lain, konsekwnsinya dengan gerhana itu Dzon atau sangkaan akan ada hal yang lebih baik. Maka hal itu diperbolehkan, tetapi kalau sebaliknya dengan adanya gerhana berprasangka bahwa akan ada akibat yang buruk, maka hal itulah dilarang oleh agama.
Karenanya, di Pesantren dan masjid-masjid hendaknya memboyong keluarga untuk sama-sama Shalat Khusuf di masjid, bagi anak bisa jadi pembelajaran astronomi dan masyarakat pada umumnya bisa lebih dekat dengan Allah SWT. "Pesantren dan Masjid hendaknya bersatu melaksanakan ibadah sholat Khusuf Rabu petang ini," katanya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Karawang, KH Ahmad Ruchiyat Hasby mengatakan, PBNU melalui Lajnah Falaqiyah sudah menyebarkan surat agar semua Nahdliyin bersama-sama mengisi masjid-masjid pada Rabu (31/1) petang atlau 14 Jumadil Ula 1439 H. untuk melaksanakan shalat Sunnah Khusuf. Khusus PCNU sendiri sebut Kiai yang akrab disapa Uyan ini, akan menggelar berjamaah salat gerhana di Masjid Raya Rengasdengklok, karena di siang harinya akan ada peresmian NUMart langsung oleh Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj di kantor PCNU.
Ia berharap, semua MWC NU dan Ranting bukan saja mengumumkan dimasjid-masjid, tetapi juga menyampaikan kepada jamaah yang hendak salat khusuf kaitan Kaifiyah salat dengan dua kali khutbah seperti Idul Fitri tersebut. "Himbauan sudah disampaikan, insya Allah PCNU akan menggelar shalat Khusuf berjamaah di Mesjid Raya Rengasdengklok," katanya.
Perlu disampaikan, gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada diantara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari.
Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5 derajad maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template