Banjir Lagi, Banjir Lagi... 2.500 Warga Cikampek Ngungsi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banjir Lagi, Banjir Lagi... 2.500 Warga Cikampek Ngungsi

Banjir Lagi, Banjir Lagi... 2.500 Warga Cikampek Ngungsi

Written By Admin Raka on Jumat, 05 Januari 2018 | 12.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Untuk kesekian kalinya, warga Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) 1 dan Kampung Pajaten Desa Dawuan Tengah, Perumahan BMI 2 Desa Dawuan Barat, serta Perumahan Kebun Kembang Asri Desa Cikampek Timur Kecamatan Cikampek, dilanda bencana banjir akibat Situ Kamojing tidak mampu menampung debit air, yang berujung meluapnya Sungai Cikaranggelam.
Informasi yang diperoleh, air mulai masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 18.30 WIB, Rabu (3/1) petang. Ketinggian air pun bervariasi. Mulai dari 70 centimeter hingga setinggi dada orang dewasa. Sedangkan rumah yang terendam mencapai 450 unit, dihuni 640 kepala keluarga.
Khawatir air semakin meninggi, akhirnya ratusan warga di dua perumahan itu mengungsi ke masjid atau kantor sekretariat RW 16 yang berada di dataran lebih tinggi. "Air awalnya selutut, lama-lama meninggi,” ujar seorang warga Perumahan BMI I, Maman kepada Radar Karawang saat berada di posko banjir Perum BMI 1, Kamis (4/1).
Abdul Kodir (27), warga Perumahan Kebun Kembang Asri Blok B5/20 mengatakan, air mulai masuk ke pemukiman sekitar magrib. Sedangkan ketinggian air mencapai 70 centimeter. "Sekitar 100 rumah terendam," ungkapnya.
Hal serupa juga terjadi di Perumahan Eka Mas Permai, Desa Pangulah Utara, Kecamatan Kotabaru. Sedikitnya 600 rumah terendam akibat luapan Sungai Cipangulah. "Jam 10 malam air mulai menggenangi rumah-rumah warga," ujar anggota BPBD Kecamatan Kotabaru Rian Hidayat.
Kepala Desa Dawuan Tengah Jejen Jaenal Arifin ST mengungkapkan, banjir yang terjadi di perumahan tersebut akibat Situ Kamojing yang tidak kuat menampung air. Akibatnya air situ yang mengalir ke Sungai Cikaranggelam meluap hingga ke pemukiman warga. "Hujan lebat yang menimpa wilayah Purwakarta dan Karawang berimbas kepada pemukiman warga yang terendam air. Parahnya lagi kondisi banjir malam hari, ini menyulitkan warga," katanya.
Ia melanjutkan, sekitar 2 ribu warga di perumahan tersebut terkena banjir. Saat ini sudah dievakuasi ke posko yang sudah disiapkan. "Di BMI I itu ketinggian air sepinggang. BMI 2 itu masuk Desa Dawuan Barat, itu yang paling tinggi sampe sedada," ucapnya.
Menurut Jejen, selama dua tahun terakhir tidak pernah ada banjir. Tapi karena intensitas hujan pada awal tahun ini cukup tinggi, membuat Situ Kamojing tidak mampu menampung debit air. "Sampai saat ini kondisi warga masih aman, tidak ada korban meninggal akibat bencana banjir," katanya.
Kades Dawuan Barat Yudiana, ketinggian air yang merendam pemukiman warganya di perumahan BMI 2, bervariasi antara 50 sampai 80 centimeter. Banjir diantaranya terjadi di Blok A sampai Blok C. "Banjir merata dari semalam, ketinggian air di luar ada yang sepinggang orang dewasa, selutut dan di dalam rumah di atas mata kaki," katanya.
Camat Cikampek Sueb Sulaeman menambahkan, evakuasi warga yang terkena bencana banjir masih dalam proses pendataan. "Untuk saat ini yang mengungsi ke posko sekitar 1000 KK di BMI 1 dan 1500 KK BMI 2," tandasnya. (ian)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template