Ardi Klaim Pembangunan untuk Kepentingan Warga - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ardi Klaim Pembangunan untuk Kepentingan Warga

Ardi Klaim Pembangunan untuk Kepentingan Warga

Written By Admin Raka on Rabu, 03 Januari 2018 | 18.30.00

MAJALAYA, RAKA - Pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah pada umumnya dibangun di atas tanah milik pemerintah. Oleh karenanya adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu anggota dewan dari Partai Hanura dalam menyalurkan aspirasinya. Pasalnya jalan yang dibangun di salah satu perumahan yang ada di Kecamatan Majalaya itu fasos-fasumnya belum diserahkan ke pemerintah daerah Kabupaten Karawang.
“Iya itu milik aspirasi anggota dewan dari hanura, kalo ga salah pak Ardi,” ujar salah satu warga setempat yang enggan dipublikasikan namanya.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Karawang yang merupakan politisi Partai Hanura H Ahmad Ardiansyah menyampaikan, sebelumnya dia mengaku sempat berdebat panjang dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bahkan dia menegaskan pembangunan di Karawang harus mengutamakan kepentingan rakyat, bahkan tidak tebang pilih. Karena warga yang ada di perumahan dan warga yang ada di perkampungan juga sama-sama warga Karawang yang bayar pajak. "Mereka sudah sekitar 20 tahun tinggal disitu dan kondisi jalannya rusak. Pembangunan juga dilakukan ditempat yang banyak warganya. Bukan di perumahan kosong," tegas Ardi melalui sambuangan teleponnya.
Bahkan menurutnya, alasa utama menyalurkan aspirasinya ke perumahan yang belum menyerahkan fasos-fasum tersebut, karena sampai saat ini perumahan masih terus melakukan ekspansi pembangunan. Sementara kalau menunggu penyerahan fasos-fasum belum bisa diperkirakan akan sampai kapai. "Selagi itu untuk kepentingan masyarakat gak usahlah dipersoalkan. Apalagi bukan permasalahan besar itu," tambahnya.
Kecuali, tambah Ardi, jika anggaran yang bersumber dari APBD itu tidak direalisasikan atau disalah gunakan, maka itu baru pelanggaran berat dan jelas merugikan keuangan negara. Bukan hanya itu, dia sendiri berani untuk melakukan buka-bukaan dengan pihak PUPR atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan. "Apa perlu buka-bukaan, siapa yang melakukan pelanggaran?," ujar Ardi.
Bukan hanya itu, dia sendiri sebelumnya mengaku sempat meredam warga perumahan yang akan melakukan demo ke kantor desa. Aksi demo yang akan dilakukan masyarakat itu lantaran dipersoalkannya pembangunan jalan, bahkan dituding menyalahi aturan. "Saya mencegah mereka (warga perumahan), karena malu dong. Mereka marah karena sesama orang Karawang kenapa gak boleh menerima pembangunan," pungkasnya.(zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template