Anjal dan Gepeng Datangnya Bergerombol - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anjal dan Gepeng Datangnya Bergerombol

Anjal dan Gepeng Datangnya Bergerombol

Written By Angga Praditya on Rabu, 17 Januari 2018 | 17.15.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Anak jalanan serta gelandangan dan pengemis itu datangnya bergerombol. Mereka mendatangi rumah warga secara bergiliran. Modusnya pun macam-macam, dari meminta zakat hingga sedekah.
Hal itu diungkapkan Suradi (37) warga Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, beberapa waktu lalu. Dia menyikapi kehadiran anjal dan gepeng di wilayahnya. Meski belum sampai kepada tahap melakukan tindakan kriminal namun diakuinya kehadiran para penyandang masalah kesejahteraan sosial itu sudah meresahkan. "Dari penampilannya
saja mereka sepertinya menjadikan profesi pengemis sebagai pekerjaan," ucap Suradi.
Padahal, lanjut Suradi, kalau melihat tingkah lakunya yang seperti terpelajar dan warna kulitnya yang tidak terlalu kotor sepertinya mereka juga bukan dari kalangan tidak mampu. Karenanya, terang Suradi, semestinya ini menjadi pekerjaan rumah bersama. "Mereka tidak tampak seperti pengemis. Tetapi secara estetika keberadaan mereka cukup mengganggu. Karena itu kami berharap ada pembinaan terhadap mereka," ucapnya.
Sementara Ujang (30) warga Kampung Bakan Nambo, Desa Wanasarijuga mengatakan hal senada. Dia juga mengeluhkan keberadan anak jalanan dan gepeng. Apalagi jumlahnya yang terus bertambah. "Saya khawatir Wilayah Kecamatan Telukjambe Barat menjadi tempat pembuangan gelandangan dan pengemis, bahkan  orang kurang waras," tandasnya.
Ujang menduga keberadaan para penyandang masalah kesejahteraan sosial itu sengaja dibuang di wilayah kecamatan Telukjambe Barat. “Saya kaget kok ada banyak Tuna Wisma dan gelandangan serta orang  gila yang datang ke wilayah kami. Saya curiga mereka dibuang kesini," tandasnya.
Sementara, secara terpisah Komar (40) warga Kampung Nyangkokot, Desa Wanasari juga menututkan, saat ini seperti bertambah terus keberadaaan para penyandang masalah kesejahteaan itu. Komar menilai jika tidak dilakukan antisipasi dikhawatirkan kondisinya akan semakin bertambah buruk. Karena itu perlu ada tindakan tegas dari pemerintah. “Jika dibiarkan nantinya pasti menjadi permasalahan sosial, karena harus secepatnya ditertibkan," tegasnya. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template