33 Pompa Diturunkan, Untuk Atasi Kekeringan 1000 Hektare Sawah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 33 Pompa Diturunkan, Untuk Atasi Kekeringan 1000 Hektare Sawah

33 Pompa Diturunkan, Untuk Atasi Kekeringan 1000 Hektare Sawah

Written By Angga Praditya on Rabu, 31 Januari 2018 | 19.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Setelah melakukan aksi di tanggul yang jebol dan dilanjutkan ke kantor Camatan Cikampek. Petani Kecamatan Cikampek dan Tirtamulya yang sawahnya mengalami kekeringan akhirnya mendapatkan solusi dengan pompanisasi.
Langkah tersebut menjadi solusi sementara sampai kondisi air irigasi PJT II bisa kembali normal untuk bisa mengairi areal pesawahan yang mengalami kekeringan hingga 1000 hektare.
Dalam aksi tersebut sempat terjadi ketegangan, karena para petani meminta segera ada solusi pada hari itu juga untuk menyelamatkan padi yang sudah memasuki usia satu bulan lebih. Bahkan para petani enggan meninggalkan kantor Camat Cikampek sebelum pompa air benar-benar diturunkan.
Beruntung, berbagai pihak yang berkaitan dengan hal tersebut, mulai dari Kepala Dinas Pertanian Hanafi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banuara, Danramil, Kapolsek, Camat, perwakilan PJT II dan BBWS mengambil langkah cepat untuk bisa memuaskan keinginan para petani.
"Kami harap kepada teman-teman. Jangan dulu meninggalkan tempat sebelum benar-benar ada solusi," pinta Arim kelompok tani Dawuan Timur dihadapan teman-temannya yang memadati kantor Camatan Cikampek, Selasa (30/1).
Sementara Kepala BPBD Karawang Banuara menyampaikan, pompaniasi merupakan satu-satunya langkah cepat untuk bisa menyelesaikan permasalahan kekeringan di Cikampek dan Tirtamulya sampai kondisi tanggul irigasi yang tengah diperbaiki benar-benar bisa menahan debit air. "Sudah disepakati, untuk sementara waktu kita lakukan pompanisasi. BPBD menurunkan 8 pompa, Kodim 25 pompa," kata Kepala BPBD Karawang Banuara.
Kemudian, tambah Banuara, harus ada tim monitoring terhadap kontraktor yang tengah mengerjakan tanggul irigasi yang jebol tersebut. Karena meskipun ada pompanisasi, tidak mungkin bisa optimal, bahkan dia meyakini untuk luas areal diatas 1000 hektare tidak mungkin bisa terairi secara menyeluruh. "Saya juga pertanyakan, berapa lama pengerjaan sampai air bisa masuk ke sawah dengan tanpa dilakukan pemompaan lagi," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut pihak kontraktor tidak bisa memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa menyelesaikan perbaikan tanggul PJT II tepatnya BTT 11 A yang jebol. Pasalnya agar kondisi air benar-benar bisa normal harus selesai 100 persen. "Kalau tidak 100 persen. Kami khawatir jebolnya malah lebih parah," kata Jontak, perwakilan kontraktor.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Karawang Hanafi Chaniago menyampaikan, solusi yang ditawarkan tersebut mau tidak mau harus dilakukan. Sementara untuk biaya pompaniasi itu menjadi tangungan pihak PJT II. "Untuk biaya PJT II sudah siap. Jadi nggak ada persoalan. Kalau pompa yang dari kementerian pertanian, itu semuanya disimpan di kodim," ujarnya.
Camat Cikampek Syueb Sulaeman menyampaikan, ada sekitar 12 titik yang akan dibuatkan tempat penyimpanan pompa disepanjang irigasi PJT II. Mulai dari BTT 11, BTT 12 sampai seterusnya. "Nanti ada warga yang piket untuk menjaga pompa. Karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Itu harus dijaga," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template