2,3 Juta Ton Ikan Ditebar di Waduk Jatiluhur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 2,3 Juta Ton Ikan Ditebar di Waduk Jatiluhur

2,3 Juta Ton Ikan Ditebar di Waduk Jatiluhur

Written By Admin Raka on Senin, 01 Januari 2018 | 17.00.00

PURWAKARTA,RAKA- Guna menjaga ekosistem dan kelestarian Waduk Jatiluhur, Pemerintah provinsi Jawa Barat melakukan penebaran 2,3 juta benih ikan tawar berbegai jenis di danau terbesar se- Asia Tenggara itu, Jumat (29/12).
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang secara langsung turun ke lapangan mengatakan, kegiatan seperti ini bukan kali pertama dilakukan Pemprov Jabar. Namun juga pernah dilakukan di beberapa waduk lain yang ada. Salah satunya, yang belum lama ini diresmikan, yakni Waduk Jati Gede, Sumedang. "Di Waduk Jatiluhur, dulu pernah juga kita tebar? sebanyak 200 ribu benih. Kali ini, kita tebar lagi sebanyak 2,3 juta ekor benih," ujar Aher, kepada sejumlah awak media.
Ia menuturkan, kegiatan ini merupakan program jajarannya sebagai upaya menjaga kelestarian Waduk Jatiluhur.? Ini menurutnya, sebagai upaya alternatif penjernihan secara alami danau buatan terbesar itu.? "Di Jatigede, program ini sudah berhasil. Kami harap di Jatiluhur? juga bisa seperti itu. Apalagi, Jatiluhur merupakan sumber air besar di Jabar yang memasok kebutuhan air bersih ke Jakarta. Jadi kondisinya harus bersih," tuturnya.
Adapun 2,3 juta ekor benur ikan yang ditabur saat ini, berbagai jenis. Di antaranya, jenis ikan nila arwana, patin dan sejenis ikan air tawar lainnya yang merupakan spesies asli Sungai Citarum. "Jadi ikan akan tumbuh secara alami mengandalkan makanan di alam, dan membuat lahan dan airnya akan bersih dan bening?," ujarnya.
Aher mengakui, kelestarian Waduk Kaskade (Saguling, Cirata dan Jatiluhur) belum terjaga dengan baik. Saat ini, kualitas air di tiga waduk itu menurun. Salah satu penyebabnya, tak lain dari keberadaan budidaya ikan yang menggunakan keramba jaring apung (KJA) di perairan itu. Untuk itu, kata Aher, salah satu cara untuk mengembalikan kualitas air ini yang dengan meminimalisasi jumlah KJA yang ada. Pasalnya, keberadaan KJA disinyalir menjadi penyumbang utama buruknya kualitas air di waduk-waduk ini.  "Ya itu tadi, dari sisa pakan ikan. Sehingga terjadi sedimentasi yang kemudian membuat air di danau ini semakin kotor," tutur Aher.
Tak hanya itu, dalam program ini, pihaknya pun juga melakukan upaya pembersihan di aliran sungai-sungai yang selama ini bermuara di waduk tersebut. Salah satunya, revitalisasi Sungai Citarum.
Di tempat yang sama, Dirut PJT II Jatiluhur, Djoko Saputro mengaku, perusahaannya b?erkomitmen untuk terus menjaga kelestarian Waduk Jatiluhur. Namun, d?alam hal ini jajarannya tak bisa bekerja sendiri.  Untuk itu, pihaknya menguatkan komitmen dengan cara kerja sama dengan pemerintahan yang wilayahnya dilintasi Sungai Citarum. "Kami berkomitmen untuk mengembalikan fungsi Waduk Jatiluhur. Salah satunya, mengembalikan kualitas air kembali seperti semula. Yakni, dengan meminimalisasi keberadaan keramba ikan," ujar Djoko.
Pihaknya pun mengakui, ?banyaknya KJA ini bukan saja dapat merusak ekosistem air danau Jatiluhur, tapi berdampak lebih luas terhadap sektor lain yang berkaitan erat dengan keberadaan danau dan bendungan Jatiluhur. "?Air jatiluhur sudah semakin asam karena tercemar limbah dari kolam itu. Bukan hanya kualitas air, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan pada turbin. Bahkan, dampak terparah dari limbah pakan itu bisa membuat korosi pada konstruksi bendungan," jelas dia.
Sejak akhir 2016 lalu, lanjut Djoko, pihaknya gencar melakukan penertiban. Dalam kegiatan ini, pihaknya turut dibantu Pemkab Purwakarta beserta unsur TNI/Polri setempat. "Target kita, zero KJA. Jadi, kedepan perairan Jatiluhur harus steril dari budidaya ikan," pungkasnya (gan)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template