Warga Protes Baliho di Taman - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Protes Baliho di Taman

Warga Protes Baliho di Taman

Written By Admin Raka on Minggu, 31 Desember 2017 | 18.00.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Banyaknya baliho, poster dan spanduk yang bergelantungan di taman dan sudut kota menuai protes masyarakat. Seperti terlihat di Taman Bundaran Perumanas Telukjambe. Bahkan, sebagian dari atribut-atribut bermuatan politis itu tumbang di terjang angin kencang, tetapi dibiarkan begitu saja sehingga menyerupai sampah yang mengotori pinggir jalan.
"Seputaran bundaran taman khususnya di bundaran taman Perumnas Blok GF banyak bergelantungan baliho, baik baliho niaga maupun baliho partai juga legislator. Kebanyakan baliho itu menggunakan bambu, jadi kalau terhempas angin seperti kemarin itu membuat banyak yang roboh dan terseret ke dalam taman, sehingga membuat pemandangan taman jadi tidak sedap dipandang mata. Warga di lingkungan kami kesal," ucap Tatang (43) Ketua RT 012 Desa Wadas kepada Radar Karawang, Jumat (29/12).
Tatang menegaskan, warga akan lakukan pencopotan baliho - baliho tersebut jika baliho yang dipasang tidak ditertibkan. Padahal di taman, warga bisa lakukan istirahat dan Olahraga pada waktu libur seperti sekarang ini, melihat pemandangan seperti itu membuat sebagian warga Perumnas Telukjambe, Geram dibuatnya. "Sampai saat ini tidak ada informasi dan pemberitahuan kepada warga sekitar bahwa sebelumnya akan dipasang baliho. Dan warga berharap pemerintah juga jangan tinggal diam, atasi persoalan tersebut. Bagaimana kalau baliho itu ambruk dan mengenai pengguna jalan, maka yang repot kan pemerintah-Pemerintah juga," tegasnya.
Di tempat berbeda, Dhio (33) Pengurus Masjid Al - Muhajirin, Perumnas Telukjambe, kepada Radar Karawang mengatakan pemasangan baliho jarang dilakukan pada siang hari. Diakuinya banyak yang pasang pada malam atau pagi hari. "Itu juga ada yang bilang dulu ke kami dan kami larang. Soalnya bukan kewenangan kami tetapi mereka ngeyel dan tetap memasangnya," ucap Dhio.
Dhio menambahkan baliho yang dipasang ternyata baliho otomotive. "Saya tidak tahu aturan mainnya pemasangan baliho seperti apa. Kalau seawam saya, meski diinformasikan agar tetap kedesalah minimal guna pemberitahuan. Namun jarang sekali mereka menggubris, jadi saya biarkan terjadi," katanya.
Sementara Zay (28) warga sekitar, mengaku baliho itu selain membuat taman kotor juga secara estetika terlihat kurang pantas. Sedangkan peruntukan Taman, bukan untuk di pasang Baliho, apapun. Pemerintah menurut ia, mesti tegas sikapi hal itu. "Meskipun sudah ada izin akan tetapi baliho atau apapun bentuknya, pemasangan janganlah di taman, karena bikin taman jadi kumuh dan tidak menarik. Pemerintah mesti mencegah hal itu, dan berikan wawasan agar jangan dipasang di taman, kalau memang tidak ada larangan, warga mungkin akan ambil tindakan," tandasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template