Unsika Garap Konsep Ramah Lingkungan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Unsika Garap Konsep Ramah Lingkungan

Unsika Garap Konsep Ramah Lingkungan

Written By Angga Praditya on Selasa, 05 Desember 2017 | 14.30.00

KARAWANG, RAKA - Untuk memastikan diri bisa menjalin kerjasama dengan Jepang, kali ini Konsorsium Karawang Go Global menggandeng Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), pengusaha Jepang dan akademisi Jepang.
Pertemuan yang dilakukan di aula Rektor Unsika itu, membahas proyek kerjasama teknologi terkini yang cukup ngetren di negeri Sakura yaitu teknologi atau konsep Eco Geo yang dikenal juga dengan konsep pembangunan ramah lingkungan. "Kita pilih Unsika karena memang satu-satunya PTN (Perguruan Tinggi Negeri/Universitas Negeri) yang ada di Karawang dan Universitas terdekat dengan perusahaan-perusahaan Jepang," beber Wakil Sekretaris Karawang Go Global Imam Khoerul di sela-sela acara, Senin (4/12).
Dia menyampaikan pertemuan yang membahas soal Eco Geo itu sudah ada kesepahaman antara pihak Jepang yang diwakili oleh Patent Holder of Eco Geo Mr Tetsuya Onabe (Presdir Onabe Company, Japan) dan Dr Toshinori Sakai Professor of Mie University, Japan. Kemudian Konsorsium Karawang Go Global sebagai wadah untuk menghubungkan kerjasama antara Indonesia dengan Jepang dan Unsika sebagai salah satu kandidat partner proyek yang menggunakan konsep Eco Geo. "Eko Geo ini merupakan teknologi ramah lingkungan untuk infrastruktur bangunan dan jalan," bebernya.
Menurutnya, jika pembangunan gedung dan jalan menggunakan teknologi yang sedang ngtren di Jepang itu, maka bisa menghemat anggaran sekitar 20 sampao 30 persen. Karena bangunannya atau jalannya akan memiliki kualitas yang lebih bagus jika dibandingkan dengan pembangunan dengan metode yang biasa dilakukan di Indonesia. "Untuk bangunan dan jalannya juga otomatis akan lebih tahan lama," ujarnya.
Konsep Eko Geo ini bahan bakunya hanya menggunakan batu split, caranya memasukan batu split kedalam tanah dengan alat khusus, ini keuntungannya juga tahan gempa yah," bebernya.
Dia menyampaikan, untuk satu alat Eco Geo senilai Rp 6 miliar, tetapi untuk menyukseskan rencana proyek awal, pihaknya akan melayangkan proposal kepada Official development assistance (ODA) agar Unsika mendapatkan dana hibah senilai Rp 19 Miliar untuk tempo waktu tiga tahun. Dengan demikian alat tersebut bisa bayar dengan anggaran hibah tersebut. "Untuk prosesnya sekitar 1 tahun, proyek pertamanya pembangunan kampus baru Unsika yang di jalan baru," ujarnya.
Sementara Dekan Fakultas Ekonomi Unsika Sonny Hersona menyampaikan, pihaknya sangat menyambut baik kerjasama yang dijalin dengan Karawang Go Global, Jepang dan Unsika, terlebih kerjasama tersebut merencanakan adanya proyek pembangunan kampus Unska dengan menggunakan teknologi asli Jepang, dimana teknologi atau konsep Eco Geo itu baru dilakukan di Jepang dan Indonesia khususnya Karawang dan tepatnya lagi Unsika akan menjadi yang pertama menjalankan konsep itu di luar Jepang. "Konsep ini atau teknologi ini ramah lingkungan, karena air tetap bisa mengalih di bawah tanah," ujarnya.
Patent holder of Eco Geo Mr Tetsuya Onabe menyampaikan, produknya itu dikembangkan pertama kali di jepang pada tahun 2009 kemudian mulai digunakan secara umum adalah pada tahun 2011, tren penggunakan produk tersebut di Jepang terus mengalami kenaikan secara signifikan. "Baru dikembangkan di Jepang, mungkin nanti dikembangkan di Indonesia (Karawang)," ujarnya.
Pembahasan kerjasama antara tiga pihak itu dilanjutkan dengan pengecekan lahan untuk pembangunan gedung Unsika baru yang berada di Jalan Lingkar Karawang atau Jalan Baru dan ditutup dengan menandatanganan kerjasama di ruangan Dekan Fakultas Ekonomi. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template