Elpiji 3 Kg Langka, Tukang Bakso Kelimpungan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Elpiji 3 Kg Langka, Tukang Bakso Kelimpungan

Elpiji 3 Kg Langka, Tukang Bakso Kelimpungan

Written By Angga Praditya on Selasa, 05 Desember 2017 | 11.30.00


KOTABARU, RAKA - Sudah sekitar satu minggu ini warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru mengalami kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji. Akibatnya warga harus keluar dari wilayah desa Wancimekar untuk bisa mendapatkan gas elpiji tersebut.
Barkah Widia Ningsih (42), warga Kampung Krajan RT 02/02, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, menyampaikan, untuk mendapatkan gas melon, dirinya harus bersusah payah mencari kewilayah lain. Hal itu dikarenakan pedagang eceran gas elpiji yang ada diwilayahnya tidak mendapatkan pasokan gas elpiji dari pangkalan yang biasa mengirim. "Sudah seminggu susah banget nyari gas melon, padahal sudah cari kemana-mana, sampe harus nyari ke wilayah lain, biar bisa dapat gas untuk masak di rumah," ujar Barkah, kepada Radar Karawang di kediamannya, Senin (4/12).
Barkah yang merupakan pemilik usaha bakso melanjutkan, jangankan untuk memasak dalam menyajikan makanan, kini agar dapat bisa berjualan yang menjadi sumber utama pendapatannya tersebut mulai sulit dilakukan. Hal itu membuat sejumlah pelanggannya mulai berkurang. "Sekarang aja pendapatan dari jualan bakso saya berkurang. Tadinya sehari Rp400 ribu, kini cuma Rp150 ribu, itu dikarenakan banyak pelanggan yang mau beli baso gasnya sudah habis, jadi mereka banyak yang tidak jadi," ucapnya.
Dia berharap, kelangkaan gas yang saat ini terjadi di wilayahnya dapat segera diminimalisir. Karena hingga saat ini tidak sedikit warga yang mengeluh untuk mendapatkan gas tersebut. "Semoga saja ada solusi karena sudah seminggu dagangan saya tidak bisa dijual, karena kalau dijual bingung masaknya pake apa, sedangkan gas tidak ada," ujarnya.
Dilokasi yang sama, Yayah pengecer gas elpiji 3 Kg, membenarkan jika sudah seminggu lebih, pasokan gas yang diperuntukan kebutuhan warga diwilayahnya mengalami kelangkaan. Meski demikian, dia tidak mengetahui faktor penyebabnya. "Tidak tahu kenapa penyebabnya, cuman yang pasti sudah seminggu saya tidak mendapatkan pasokan gas," cetusnya.
Ujang Kasim, pemilik usaha pengecer gas diwilayah yang sama, juga menyampaikan bahwa saat ini pasokan gas yang diperjualbelikan diwilayah ini sedang mengalami kelangkaan. Padahal gas tersebut merupakan sumber utama pengapian dalam kebutuhan rumah tangga. "Ya pasti langka, dalam seminggu saja kami cuma di kirim satu kali, dengan jumlah pasokan hanya 60 tabung gas 3 Kg saja, sedangkan total warga di sini ratusan orang," katanya.
Sementara itu, saat Radar Karawang mendatangi Kantor Desa Wancimekar, pukul 11.30 Wib untuk menanyakan persoalan yang mencuat ditengah-tengah masyarakat, Kades Wancimekar Alih Miharja, tidak ada di kantor dengan tanpa diketahui alasannya. Hal itu disampaikan oleh Iyus salah seorang staf Desa Wancimekar, yang saat itu ada dikantor. "Pal lurah gak ada, kurang tahu kemana," ucapnya.
Sedangkan, SPBBE pangkalan gas yang  berada di Jalan Raya Dawuan Purwasari, pihak perusahaan sedang berada di Jakarta. Pihak keamanan pangkalan menyarankan agar wartawan koran ini datang lagi esok hari.(ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template