Transparansi Dana Desa Lewat Spanduk Masih Rendah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Transparansi Dana Desa Lewat Spanduk Masih Rendah

Transparansi Dana Desa Lewat Spanduk Masih Rendah

Written By Admin Raka on Kamis, 21 Desember 2017 | 14.30.00

LEMAHABANG WADAS,  RAKA - Meskipun sudah diberikan imbauan agar pemerintah desa memasang papan informasi berupa spanduk APBDes, pendapatan, alokasi dan pengeluaran untuk transparansi anggaran ke masyarakat, namun hal itu masih diacuhkan. Bahkan, proyek pekerjaan infrastruktur yang didesak menggunakan prasasti agar tidak tumpang tindih anggaran satu dan lainnya juga tidak ditanggapi pemerintah desa.
Tokoh Masyarakat Desa Karangtanjung Kecamatan Lemahabang, Kari mengatakan Satgas Dana Desa harus lebih masif menyikapi ketidakterbukaan pemerintahan desa dalam pengelolaan anggaran yang masuk ke desa. Sebab, dari ratusan desa di Karawang hanya beberapa desa saja yang patuh memasang spanduk sumber anggaran dan pengeluarannya secara transparan di depan kantor desa.
Bahkan, kabarnya transparansi dengan memasang spanduk itu dilarang Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), karena kekhawatiran maraknya pertanyaan pada pemerintah desa yang bisa berujung kriminalisasi. Bagaimana bisa sebut Kari, masyarakat bisa tahu anggaran dan perolehan yang didapat dan dikeluarkan, kalau pasang spanduk saja tidak ada. Itu, sentilnya, marak terjadi di desa-desa Kecamatan Lemahabang, termasuk Desa Karangtanjung. "Satgas desa harus lebih masif karena banyak desa yang masih tidak transparan ke masyarakat soal dana yang masuk ke desa dan pengeluarannya," katanya.
Kari menambahkan, spanduk informasi dan prasasti pembangunan itu penting untuk diketahui masyarakat. Jika ada pembangunan di dusun, masyarakat tahu besaran anggaran dan sumber dananya, sehingga tidak ada istilah dana BanGub di tilep dengan dana Alokasi Dana Desa (ADD) atau juga aspirasi misalnya. Sangat wajar, jika masyarakat ngotot atas keingintahuannya.
Bahkan, termasuk diantaranya para perangkat desa, jangan sampai buta hak yang diperolehnya, utamanya soal honor yang didapat, sumbernya hingga besaran yang harus di terima, jangan sampai saran Kari, penguasaan anggaran yang masuk melalui rekening bendahara desa itu, benar-benar hanya memperkaya Kepala Desa. Oleh karenanya, media transparansi melalui spanduk, prasasti dan lainnya penting bagi masyarakat. Jika benar dan lurus, kades dan pegawai desa tidak usah takut dan ragu untuk sebatas memasang spanduk saja. "Pegawai desa sudah tahu belum honor yang didapat sumbernya dari mana dan hak uang harus diterimanya berapa. Kan harus tahu juga," ungkapnya.
Untuk itu ia berharap, pendamping desa dan kecamatan agar tidak asal membina pemerintah desa, utamanya soal transparansi. Jika ada kekeliruan, kewajiban semua pihak untuk menegurnya, apalagi pendamping desa adalah sebagai penanggungjawab yang seharusnya bertugas lebih profesional. "Peran pendamping sudah sejauh mana nih,  mendorong biar Kades transparan saja kok susah," katanya.
Sekretaris Apdesi Karawang Alex Sukardi membantah anggapan bahwa Apdesi melarang pembuatan spanduk di desa-desa soal APBDes dan pengeluarannya, justru pihaknya arahkan agar azas transparansi bisa dilakukan semua desa, termasuk desanya sendiri sudah memasangnya. "Isu itu, malah kita mendorong agar seluruh desa memasang spanduk biar azas transparansi benar-benar dilaksanakan," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template