Tolak Didata Trayek Angkot Bisa Dicabut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tolak Didata Trayek Angkot Bisa Dicabut

Tolak Didata Trayek Angkot Bisa Dicabut

Written By Admin Raka on Jumat, 08 Desember 2017 | 19.00.00

Nunu: Jangan Sampai Ada Penumpukan Trayek 

KARAWANG, RAKA - Pengusaha angkutan kota (angkot) yang beroperasi di dalam kota Karawang yang menolak mengikuti pendataan ulang angkot izin trayeknya bisa dicabutnya. 
Tindakan tegas itu akan ditempuh Dinas Perhubungan (Dishub) dibantu aparat kepolisian sebagai sanksi terhadap pengusaha angkot yang membangkang.
"Jika ada sopir angkot yang tidak mengikuti pendataan ulang yang dilakukan Dishub, maka pihak Dishub dibantu Polres Karawang tidak segan-segan untuk mencabut izin trayek angkutan kota bersangkutan," tandas Sekretaris Dishub Nunu Nugraha, Kamis (6/12) via ponsel.
Pendataan yang rencananya berlangsung satu bulan ini tidak hanya mendata ulang angkot tetapi juga mendata trayek-trayek mati yang tidak dilintasi angkot. “Kita lakukan pendataan ulang untuk angkot, dimana wilayah yang selama ini tidak dilintasi angkot akan kita buat pembagian jalur angkot menuju kesana,” tambah Nunu.
Pendataan itu sendiri, kata Nunu sudah dilakukan sejak dua hari terakhir. Selain memerik kalayakan angkot untuk beroperasi pendataan itu juga diarahkan guna pemetaan terhadap angkot-angkot yang menolak melintasi trayeknya. Nunu tidak memungkiri ada banyaka faktor yang menyebabkan angkot enggan melintasi trayeknya. Namun tetap itu tidak bisa dijadikan alasan karena menurut aturan perlintasan trayek itu utuh dan tidak terputus. "Pendataan sudah dilakukannya selama 2 hari berturut-turut. Usai pendataan kita langsung melakukan pemetaan trayek," terang Nunu.
Melalui pemetaan itu nantinya akan ketahuan angkot mana saja yang menolak melintasi trayeknya. Selanjutkan angkot-angkot yang menolak itu akan diberi pengarahan dan dikembalikan kepada jalur trayeknya. Seperti yang terjadi di Jalan Baru, sebelumnya sudah ada angkot yang melintasi trayek itu tetapi entah kenapa kesininya angkot-angkot itu menghilang dan tidak melintasi jalan itu lagi.
Tidak hanya disitu, Nunu juga mengatakan sejak dua hari pendataan pihaknya sudah mendata sebanyak 270 angkot dari sejumlah titik, termasuk di terminal Klari dan Bunderan Tugu Tani. Sementara untuk wilayah kota pendataan dilakukan di Bunderan Air Mancur Tugu Padi. "Di terminal Klari kita mendata 150 angkot dan 120 angkot di bunderan tugu tani dan tugu padi," ucapnya.
Kendati demikian tidak berani memastikan apakah angkot-angkot itu akan diarahkan ke pelosok-pelosok wilayah. Terlebih derasnya permintaan masyarakat saat ini yang mengeluhkan wilayah belum terlintasi angkot seperti di jalur Unsika.  "Saat ini belum dilakukan. Nanti setelah didata ada tindak lanjut dari pendataan agar jangan sampai terdapat penumpukan trayek," ungkapnya. (apk)

Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template