Tiga Warga Cikampek Positif Difteri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tiga Warga Cikampek Positif Difteri

Tiga Warga Cikampek Positif Difteri

Written By Admin Raka on Kamis, 21 Desember 2017 | 16.30.00

Puskesmas Langsung Gelar Rapat Koordinasi

CIKAMPEK, RAKA - Dalam rangka ncegah bertambahnya penderita penyakit difteri di Kecamatan Cikampek, UPTD Puskesmas Cikampek menggelar rapat koordinasi dengan muspika Cikampek, termasuk lembaga pendidikan dan piha rumah sakit yang ada di wilayah Cikampek. Pasalnya sudah ada tiga orang warga Cikampek yang terserang difteri.
"Kalau untuk wilayah Kecamatan Cikampek memang saat ini yang menderita penyakit difteri ada 3 orang mereka dirawat di RSUD," ujar Kepala Puskesmas Cikampek, Dr.Deddy Ferry Rachmat, MKM, kepada Radar Karawang, usai rapat koordinasi, Rabu (20/12).
Dia menyampaikan, tiga pasien yang terserang difteri itu adalah warga Desa Cikampek Pusaka, Cikampek Barat dan Dawuan Timur. Oleh karenanya, dia meminta agar warga selalu waspada karena penyakit difteri bisa menyerang kepada anak dari umur 1 tahun hingga 19 tahun. "Untuk penularannya dari manusia ke manusia," tambahnya.
Deddy melanjutkan, pasien difteri warga Desa Cikampek Pusaka yang saat ini ditangani pihak RSUD Karawang, berumur 19 tahun. Sedangkan kedua pasien lainnya kurang lebih 1 hingga 2 tahun saja. "Yang terjangkit warga Desa Cikampek Pusaka itu umurnya 19 tahun, untuk lebih lengkapnya bisa cek di Puskesmas ada datanya," katanya.
Saat ditanya penyebab terjangkitnya virus difteri dia menyampaikan, difteri dikarenakan adanya kuman yang bernama Corynebacterium Diphtheriae yang melakukan penularan terhadap manusia. "Bukan karena pencemaran sampah ataupun polusi, ini diakibatkan kuman yang diderita manusia dan penularannya terhadap anak umur 1 tahun hingga 19 tahun," paparnya.
Dia menjelaskan, penyakit difteri memang dinilai jenis penyakit menular dan cukup berbahaya, karena dapat menyebabkan kematian. "Biasanya itu dikarenakan ada sumbatan saluran pernapasan atas atau toksinnya yang bersifat pathogen, yang bisa menimbulkan komplikasi miokarditis, paralisis saraf kranial, perifer, artritis, osteomyelitis, gagal ginjal, gagal napas, hingga gagal sirkulasi,” jelasnya.
Masih dikatakan dia, untuk penderita biasanya masa inkubasi yakni antara 2 hingga 6 hari. Gejalanya, lanjut dia, ditandai berupa seluruh tubuhnya terasa panas-dingin dan mudah lelah. Selain itu, saat bernapas terasa bising atau napas pendek dan saat berucap serak, otot lemas, ada pembengkakan kelenjar getah bening (pilek), hingga di bagian tenggorokan sulit menelan makanan. “Pencegahannya melalui vaksin DTaP dan obat biasanya antibiotik serta antibiotic penisilin. Secara umum hal tersebut dilakukan guna menetralkan toksin difteri yang ada di dalam tubuh penderita,” ujarnya.
Dilokasi yang sama, Programer Imunisasi Puskesmas Cikampek H.Tuti Nengsih, Am.Keb menambahkan, rapat koordinasi yang dihadiri seluruh intansi di kecamatan ini merupakan upaya pencegahan bertambahnya penderita difteri di wilayah Cikampek. "Program pembiasaan imunisasi akan segera kami lakukan kembali kesetiap seluruh siswa SD yang ada di wilayah ini,"katanya.(ian)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template