Tiga Petani Tewas Disambar Petir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tiga Petani Tewas Disambar Petir

Tiga Petani Tewas Disambar Petir

Written By Mang Raka on Rabu, 13 Desember 2017 | 10.59.00

Dua Lagi Pendengarannya Terganggu

JAYAKERTA, RAKA - Tak menghiraukan cuaca demi menyelamatkan padi sisa hama wereng, tiga petani tewas tersambar petir, Senin (11/12) sore. Dua diantaranya adalah warga Desa Medangasem dan satu orang lagi warga Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta.
Informasi yang diperoleh, para petani nahas itu bertahan di tengah pematang sawah saat hujun turun sangat lebat. Tidak berapa lama kemudian, kilatan petir disertai bunyi dentuman menyambar lima orang petani. Tiga orang tewas dengan luka bakar di bagian muka, dan kepala disertai cucuran darah dari mata dan kepala. Tubuh para korban juga biru kehitaman. Mereka adalah Haris bin Pandi (47) dan Nurifan bin Ijan (19). Keduanya tinggal di Dusun Babakan RT 09/03, Desa Medangasem. Satu korban lagi Jumad (45) warga Dusun Krajan B RT 05/02, Desa Jayakerta. Sedangkan yang lainnya berhamburan menyelamatkan diri ke arah perkampungan, meskipun mengalami syok dan gangguan pendengaran. 
Menurut korban yang selamat, Sawal bin Amid (18) warga Dusun Babakan RT 09/03, Desa Medangasem, mengatakan, para petani sudah berniat pulang setelah selesai mengumpulkan hasil panen. Namun melihat banyaknya burung, Haris mengurungkan niat pulang dan lebih memilih mengejar burung di sela-sela rumpun padi meski hujan turun sangat deras. Bersamaan dengan itu, terlihat kilatan petir sangat menyilaukan pandangan mata dibarengi bunyi dentuman keras. Dirinya mengaku keadaan sekitar pun terasa panas. "Kejadiannya sangat cepat, di bawah guyuran hujan tiba-tiba ada cahaya menyilaukan dengan ledakan menyerupai bom menyambar mengeluarkan hawa panas. Saat sadar saya lihat pa Haris dan Nurifan sudah terbaring tewas dengan muka hangus dan mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinga keluar darah. Saya bawa teman yang selamat pulang dan meminta tolong," ujarnya kepada Radar Karawang, Selasa (12/12) kemarin.
Petani lain yang selamat, Juli bin Warta (18) warga Dusun Babakan RT 09/03, Desa Medangasem, membenarkan penjelasan Sawal bin Hamid. Semua yang selamat sangat panik, sedangkan pendengaran dirasakan sangat sakit. "Suara petir sangat keras, telinga sampai sakit," ujarnya.
Dalam kondisi setengah sadar, lanjut dia, para petani yang luput dari jilatan petir mencoba menyelamatkan diri dan lari ke perkampungan untuk meminta tolong. "Baru pertama kali melihat langsung kilatan petir menyambar dengan cahaya sangat menyilaukan mata, yang jadi sedih Juli dan Haris menjadi korbannya hingga tewas, padahal keadaannya sangat dekat. Alhamdulillah kita masih dilindungi, sehingga dapat terhindar dari kilatan petir yang menewaskan kawan sekampung kita," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template