Terharu Dihadiahi Kursi Roda - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Terharu Dihadiahi Kursi Roda

Terharu Dihadiahi Kursi Roda

Written By Admin Raka on Minggu, 24 Desember 2017 | 19.00.00

KARAWANG,  RAKA - Peringatan Hari Disabilitas kemarin (22/12) di Lapangan Karangpawitan diwarga rasa haru. Nenek Arya (50) warga Kampung Jatimulya RT 13/04, Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, diundang Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menerima kursi roda. Nenek Arya datang bersama cucunya Nurhasan (15) penyandang disabilitas yang tidak bisa berbicara dan berjalan sejak kecil.
"Ini cucu saya, namanya Nurhasan, dia tidak bisa berjalan," ucap Nenek Arya mengenalkan Nurhasan. Nurhasan yang datang ditemani neneknya itu menjadi salah seorang yang diundang bersama undangan lain yang diundang pemerintah daerah ke lapangan Karangpawitan untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional. Pemda sendiri memperingati momentum penting itu bersamaan dengan peringatan Hari Ibu ke 89 dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN).
Dituturkan Nenek Arya, Nurhasan selama ini dia yang mengasuh. Orang tuanya berdagang setiap hari sehingga praktis seharian Nurhasan bersama dia. Sebelumnya orang tua Nurhasan juga ingin mengiringi anaknya, tetapi dibatalkan karena kalau ikut serta otomatis tidak ada yang mencari nafkah untuk mereka sekeluarga. "Orang tua Nurhasan masih ada tetapi lagi dagang makanya tidak bisa mengiringi," ungkap Nenek Arya.
Nenek Arya berharap dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah terhadap penyandang disabilitas bisa menyegarkan hatinya untuk menjalankan kehidupan membesarkan cucu yang disayanginya itu. Kata Arya cucunyanya tersebutpun saat ini tidak bisa bicara dan berjalan. "Orangtuanya pada normal semua, cucu saya dari bayi awalnya kena stip karena menderita panas tinggi, dan sekarang kakinya bengkok. Gejala itu terlihat saat 40 hari sesudah dia lahir," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Warga RT 02 RW 01 Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Widiyanti (14). Dia merasa bersukur mendapatkan perhatian dari pemda. Widiyanti sudah lama menginginkan tongkat karena penyakit sulit berjalan yang dideritanya. Tetapi karena tidak memiliki uang dia hanya bisa berharap suatu ketika ada yang berbaik hati terhadapnya. Dan, harapannya terwujud, dia bersama Nurhasan menjadi orang beruntung yang mendapat perhatian perhatian pemda.  "Alhamdulillah dapat tongkat buat berjalan," ujarnya.
Gadis yang datang ditemani Sewi, neneknya merasa senang dengan hadiah tongkat dari pemda. Tongkat yang sudah lama diidam-idamkannya itu menjadi bagian paling berharga dalam kehidupannya saat ini. "Tongkat ini membantu saya untuk berjalan. Jadi saya tidak sulit lagi untuk berjalan," ujarnya. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template