Tenggak Miras Oplosan Dua Tewas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tenggak Miras Oplosan Dua Tewas

Tenggak Miras Oplosan Dua Tewas

Written By Admin Raka on Sabtu, 23 Desember 2017 | 12.00.00

Empat Orang Lagi Terkapar

RENGASDENGKLOK, RAKA - Ada-ada saja kelakuan enam pemuda Desa Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok. Mereka menenggak alkohol murni kadar 70 persen dioplos minuman bernergi dan air mineral 1,5 liter. Hasilnya, dua tewas, empat terkapar.
Peristiwa itu berawal dari Putra Yudistira bin Apan (22) dan Dimas Prasetyo bin Sai (20) mengajak Ajat bin Handan (21), Supriatna (20), Kapi bin Jepri (17), dan Agus Gunawan bin Apan (20) untuk pesta minuman keras, Selasa (19/12) sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka pun bersepakat lalu patungan Rp 5 ribu per orang.
Uang tersebut oleh Putra dan Dimas dibelikan alkohol murni kadar 70 persen ukuran 100 ml sebanyak 4 botol, satu botol air mineral ukuran 1,5 liter, serta satu kemasan kecil minuman berenergi. Selanjutnya diaduk, dioplos dan diminum secara bergiliran sampai pukul 24.00 WIB. Selesai minum semua pulang ke rumah masing-masing.
Selang dua hari kemudian, tepatnya Kamis (21/12) pukul 04.00 WIB, Putra muntah-muntah. Melihat kondisinya yang semakin memprihatinkan, oleh keluarganya dibawa ke Rumah Sakit Rengasdengklok. Namun, upaya medis yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Sekitar pukul 11.28 WIB, Putra meregang nyawa. Kemudian dimakamkan pukul 15.00 WIB. Seiring waktu, sekitar pukul 18.30 WIB, Dimas juga muntah-muntah dan dibawa ke rumah sakit yang sama. Kemudian pukul 20.10 WIB, nyawanya juga tidak bisa diselamatkan. Satu jam kemudian, empat pemabuk lainnya mengalami hal serupa. Mereka muntah-muntah lalu dibawa ke RS Proklamasi. Beruntung, nyawa mereka bisa tertolong.
Kaur Trantib Desa Dukuhkarya Adi Karya mengatakan, pihaknya mengetahui kejadian ini atas laporan keluarga Putra Yudistira. Korban mengalami kejang-kejang akibat pesta miras, lalu dibawa ke RS Proklamasi. "Namun nyawanya tidak tertolong," ujarnya kepada Radar Karawang, Jumat (22/12).
Ia melanjutkan, begitu juga dengan Dimas, tidak bisa diselamatkan. Tidak berselang lama empat temannya dibawa ke UGD hingga kini dalam perawatan. "Jumlah korban 6 orang. Dua meninggal, empat masih dirawat satu kondisinya membaik," pungkasnya.
Diketahui, di Kecamatan Rengasdengklok mudah mendapatkan miras jenis apapun. Para pedagang tradisional maupun agen besar bisa leluasa menjual minuman haram tersebut. Orang dewasa hingga anak-anak pun menjadi pelanggan. "Kami berharap para penjual miras oplosan ditindak tegas, sehingga dapat meminimalisir kejadian serupa," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template