Supermoon di Langit Karawang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Supermoon di Langit Karawang

Supermoon di Langit Karawang

Written By Angga Praditya on Senin, 04 Desember 2017 | 12.45.00

KARAWANG, RAKA - Fenomena supermoon ternyata nampak di langit Karawang, sekitar pukul 21.30 WIB, Minggu (3/12). Langit yang tampak bersih itu tampak terang, karena penampakan bulan tidak biasanya. Lebih besar, dan lonjong sempurna.
Keberadaan bulan itupun menarik perhatian warga Karawang. Rahmat Hidayat, warga Desa Cibadak, Kecamatan Rawamerta, misalnya. Melihat supermoon dia teringat dengan lagu Doel Sumbang. "Tanggal 14 bulan mulud, bulan purnama. Sama kayak lagu Doel Sumbang, caang bulan 14, caang mahpray cahayana," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Sedangkan Riva Azizatunnisa, warga Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari, mengaku terpesona oleh supermoon. Menurutnya bulan terlihat lebih indah. "Tapi seterang-terangnya bulan, itu hasil pantulan cahaya matahari. Fungsi bulan tetap pada patokan menghitung waktu. Bukan menerangi malam," ujarnya.
Beda lagi yang diutarakan Dadan Buldani, warga Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur. Menurutnya bulan sangat indah karena satu-satunya yang paling terang saat malam hari. "Indah karena malam hari," ujarnya.
Sementara Ketua Pengurus Pondok Pesantren Al Mushlih Telukjambe Timur Jeje Fauzi mengatakan, fenomena bulan membesar yang saat ini terjadi, merupakan sebuah tanda positif, sebagai bentuk memperingati hari kelahiran Rasullah. "Itu merupakan pertanda jika saat ini merupakan bulan maulid Nabi," terangnya.
Ia melanjutkan, fenomena itu harus disyukuri oleh umat Islam, diantarnya dengan mengumandangkan salawat. "Di bulan maulid tanda-tanda bulan berukuran penuh sering terlihat jelas," tandasnya.
Peneliti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rukman Nugraha mengatakan, sekitar pukul 22.46 WIB, Minggu (3/12), bulan berada pada fase purnama. Seninnya (4/12) sekitar pukul 15.45 WIB, jarak bulan terhadap bumi berada pada posisi paling dekat, yakni 357.492 kilometer. “Kedua kondisi ini, yaitu fase purnama saat bulan di perigee (titik orbit bulan yang paling dekat dengan bumi), dikenal sebagai purnama perigee atau supermoon,” tulis Rukman pada akun Facebook-nya.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Thomas Djamaluddin mengatakan, fenomena Supermoon akan menambah gaya pasang surut bulan yang berdampak pasang maksimal pada air laut. Bila ditambah dengan gelombang tinggi akibat cuaca buruk, potensi gelombang pasang (rob) lebih jauh ke daratan. “Gelombang pasang berpotensi masuk lebih jauh ke daratan. Jadi daerah pantai perlu waspada,” kata Thomas. (rok/ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template