Sudah Tiga Kali Ikan KJA Mati Masal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sudah Tiga Kali Ikan KJA Mati Masal

Sudah Tiga Kali Ikan KJA Mati Masal

Written By Angga Praditya on Senin, 04 Desember 2017 | 13.30.00

PURWAKARTA,RAKA - Puluhan ton ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Jatiluhur dan Waduk Cirata mati mendadak akibat cuaca buruk sepekan terakhir. Fenomena alam yang menyebabkan ikan mati ini sering disebut para petani KJA setempat dengan istilah Umbalan.
Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tidak adanya sinar matahari yang menyinari KJA. Sehingga air dari dasar waduk naik ke permukaan dengan membawa endapan yang terdiri dari lumpur dan sisa-sisa pakan ikan. "Endapan lumpur dan pakan menjadi racun dan membuat ikan kekurangan oksigen. Sehingga ikan mabuk dan mati masal," kata Adi Tarigan (43), salah satu petani KJA Jatiluhur.
Adapun jenis ikan yang dibudidayakan di dua waduk ini sebagian besar adalah ikan mas dan nila. Ikan mati akibat umbalan ini didominasi ikan mas, sementara ikan nila, kata Adi, sampai saat ini masih bisa bertahan hidup. "Namun jika kondisi cuaca buruk berlangsung lama, maka tidak menutup kemungkinan ikan nila juga terkena dampaknya," ujar Tarigan.
Tak hanya, petani waduk Jatiluhur, matinya puluhan ton ikan juga terjadi di Waduk Cirata. Seperti yang di katakan H. Ade Abdul Muhyi (30,) salah satu petani waduk Cirata,matinya ribuan ikan kata ia, terjadi biasanya satu tahun sekali saat pergantian cuaca dari kemarau ke musim hujan. Meski demikian kata dia, fenomena ini belum begitu meluas dirasakan para petani waduk Cirata. "Tahun ini sudah tiga kali terjadi mati ikan karena faktor cuaca tidak menentu,'' katanya. Minggu (3/12)
Untuk mencegah kerugian terlalu banyak dirinya mengaku terpaksa panen lebih awal sebelum masa panen. "Kita panen sebagian dijual sebagian lagi di pindahkan ke kolam ikan di luar KJA,'' katanya.
Petani ikan KJA Blok Hilir Kecamatan Sukasari, Winda mengatakan, kondisi cuaca buruk mengakibatkan ikan kekurangan oksigen, karena terjadi umbalan atau arus balik di dasar air. "Karena hujan angin dan cuaca buruk akhir-akhir ini langsung mengakibatkan ikan mati, khususnya ikan mas yang mempunyai daya tahan lemah," ungkap Winda.
Kondisi ini menyebabkan para petani ikan KJA mengalami kerugian besar. Pasalnya, terang Winda, petani terpaksa menjual ikannya dengan harga di bawah standar. "Ikan yang mabuk, ada yang dibagikan kepada warga sekitar. Karena kalau tidak begitu, akan banyak ikan mati kemudian, jadi dibagikan saja," tuturnya.
Saat ini, harga ikan di tingkat pengepul hanya mencapai Rp 5.000 per kilogram, sedangkan pada kondisi normal seharga Rp 16 ribu per kilogram.(cr2/gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template