Subsidi Listrik 3,3 Juta Pelanggan Dicabut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Subsidi Listrik 3,3 Juta Pelanggan Dicabut

Subsidi Listrik 3,3 Juta Pelanggan Dicabut

Written By Angga Praditya on Kamis, 07 Desember 2017 | 13.15.00

35.805 Diantaranya Berada di Karawang

KARAWANG, RAKA - Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencabut subsidi 3,3 juta pelanggan listrik rumah tangga (R1) yang menggunakan 900 VA. Pencabutan itu dilakukan PLN berdasarkan acuan adanya data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) kalau 90 persen masyarakat di Jawa Barat bukan golongan tidak mampu.
"Masalah pencabutan subsidi listrik berlaku dan diterapkan kepada rumahtangga pelanggan 900 VA dan pelanggan bisnis terkecuali pelanggan sosial," ucap General Manajer PT PLN (persero) DIstribusi Jawa Barat Iwan Purwana kepada Radar Karawang, Rabu (6/12) usai pelaksanaan kegiatan Customer Gathering di Hotel Mercure Karawang.
Sementara untuk pelanggan sosial yang subsidinya tidak dicabut, terang Iwan diantara masjid dan rumah-sumah sosial. Sementara acuan pencabutan subsidi, jelas Iwan,
berdasarkan data departemen sosial yang merupakan bagian dari TNP2K kalau 90 persen masyarakat di Jawa Barat termasuk golongan mampu yang tidak layak disubsidi. "Sekitar 3,3 juta pelanggan 900 VA dicabut subdsidinya. "Kami operator PLN hanya mencocokan di lapangan dari data kesetiap kepala keluarga untuk dilakukan survey. Karena KK dan KTP dalam pencatatan nantinya dilaporkan ke pemerintah dan dicabutlah subsisdi oleh pemerintah," ujarnya.
Ada beberapa pelanggan layak subsisdi ada juga pelayanan yang telah melakukan pengaduan, jika masyarakat ada yang keberatan dan merasa layak untuk disubsisdi bisa melakukan pengaduan dengan pengisian formulir. "Pengisian formulir bisa didapat di kantor kecamatan untuk diteruskan ke PLN," katanya.
Nantinya, jelas Iwan, di wilayah ada tim pokja dari kementrian ESDM yang akan mengevaluasi dan akan dilakukan pengecekan patut dan tidaknya untuk diberikan subsidi. Setelah itu akan ada pemberitahuan melalui surat elektronik yang aplikasinya telah ada di Kecamatan. Hingga hasilnya nanti disetujui dan tidak diserahkan PLN sehingga data yang sudah disetujui akan dirubah tarifnya. "Tinggal ke kecamatan bawa data translit gaji, motor, TV dan lainnya, akan di cek rumah berapa datanya rumah tangganya nanti ditarik kesimpulan layak dan tidaknya untuk disubsidi," ungkap Iwan.
Iwan mencontohkan bagi yang layak mendapat subsidi itu misalnya warga itu tidak punya penghasilan tetap, rumah sangat sederhana sekali, tidak ada TV bahkan lampu pun hanya penerangan saja, ada peralatan, dan penerima raskin. "Kita punya kategori untuk disebut layak menerima subsidi. Sampai saat ini sudah banyak aduan dan kita terus koreksi, sekarang itu pemerintah menerapkan subsidi itu kepada yang berhak yang tidak berhak tidak boleh," ucapnya.
Secara terpisah, Humas PLN Area Karawang Dedi Samsudin ditanya jumlah pelanggan listri golongan R1 yang menggunakan 900 VA yang dicabut subsidinya mengatakan jumlahnya mencapai 35.805 pelanggan dan termasuk bagian dari 3,3 juta pelanggan listrik golongan R1 yang subsidinya dicabut pemerintah. "Jumlahnya mencapai 35.805 yang dicabut subsidinya," ucap Dedi. Sementara, tambah Dedi berdasarkan data yang dimilikinya sebanyak 354.889 pelanggan rumah tangga golong R1 pengguna daya 400 VA masih tetap disubsidi pemerintah. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template