Stok Serum Anti Difteri Habis - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Stok Serum Anti Difteri Habis

Stok Serum Anti Difteri Habis

Written By Angga Praditya on Kamis, 14 Desember 2017 | 13.30.00

PURWAKARTA,RAKA - Meski status Purwakarta sudah masuk dalam kategori KLB, sayangnya Stok Anti Diphterie Serum (ADS) untuk menindaklanjuti pasien terjangkit difteri di Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta telah habis.
"Stok di kabupaten untuk ADS sudah habis, kalau ada temuan kasus difteri lagi, harus minta ke Pemprov Jabar dan dari Pemprov Jabar ke Kementerian Kesehatan," ujar Kasi Surveilan dan Imunisasi Dinas ?Kesehatan Purwakarta, dr Eva Listya Dewi di kantornya, Jalan Veteran Purwakarta kepada awak media kemarin.
Diketahui, ADS adalah serum untuk menangkal penyebaran virus difteri di dalam tubuh. Puluhan pasien yang sudah terjangkit dipteri sudah menerima ?ADS. Namun dua pasien baru yang masuk RSUD Bayu Asih Purwakarta dan Siloam masih menunggu anti toksin tersebut. "Kami sedang menunggu ADS dengan kebutuhan dan kasus yang ada. Pengadaan juga tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Salah satu solusinya paling minta ke daerah lain yang kasus difterinya tidak ada," ujar Eva.
Difteri merupakan wabah penyakit yang diyakini sudah tidak ada karena sudah ditanggulangi dengan adanya imunisasi vaksin. Namun, adanya warga yang tidak diimunisasi vaksin Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT), penyakit menular ini kembali mewabah. "Ditambah lagi, produksi ADS nya sendiri sudah berkurang? karena penyakit difteri ini kan harusnya sudah tidak mewabah lagi," ujar Eva.
Adapun harga ADS mencapi sekitar Rp 2.2 juta lebih untuk 10 ribu unitnya. Sedangkan satu pasien dipteri membutuhkan ADS sebanyak 20 ribu hingga 100 ribu unit.  "Tapi bukan berarti ADS nya tidak ada lan?tas pasien tidak ditangani. Tetap ditangani tapi sambil menunggu ADS, pasien diberi dulu anti biotik," katanya.
ADS sendiri diajukan oleh rumah sakit ke Dinas Kesehatan. RSUD Bayu Asih, Siloam dan MH Tamrin tercatat merawat pasien difteri dan ketiga rumah sakit tersebut sudah mengajukan ADS.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Bayu Asih Purwakarta Dr. Agung Darwis, mengimbau masyarakat Purwakarta, agar waspada terhadap kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri yang kini penyebaranya sudah menyebar luas di masyarakat dan tidak terdeteksi. Hal ini disampaikan paska meninggalnya seorang pelajar atas nama Muhamad Rafli (11), warga Kampung Karajan, Desa Maracang, Kecamatan Babakan Cikao, beberapa hari lalu diduga akibat penyakit difteri. "Sebetulnya untuk memastikan korban difteri, seharusnya dilakukan otopsi mulut sehingga dapat diketahui ada apus atau tidaknya ditenggorokan korban.Namun korban diduga difteri dari gejalanya dengan sakit ditenggorokan dan susah menelan juga ada bengkak di bagian lehernya," kata Agung, Rabu (13/12).
Agung mengakui, jika difteri di Purwakarta penyebaranya berasal dari Desa Cisalada, Kecamatan Jatiluhur, kemudian menyebar ke lima kecamatan sampai kasusnya terjadi sudah sebanyak 29 kasus dengan 2 orang meninggal dunia. Pemkab Purwakarta sendiri, kata ia, sudah melakukan pencegahan dengan melalui program out break responce imunitation (ORI) yang diselenggarakan di puskesmas atau posyandu. "Saat ini masih ada 4 penderita difteri 2 diantaranya anak anak masih berada di ruang isolasi RSUD Bayu Asih, kondisinya sudah membaik dibanding sebelumnya. Sementara 2 penderita dewasa masih berada di rumah sakit yang berbeda," kata ia. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template