Spanduk Larangan Buang Sampah tak Mempan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Spanduk Larangan Buang Sampah tak Mempan

Spanduk Larangan Buang Sampah tak Mempan

Written By Mang Raka on Rabu, 13 Desember 2017 | 14.00.00

RAWAMERTA, RAKA- Nampaknya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan masih minim, terbukti masih banyak tumpukan sampah di tepian jalan, sehingga mengambil jatah pengendara. Padahal di tepian jalan tersebut sudah disematkan spanduk peringatan dari dinas lingkungan hidup dan kebersihan (DLHK), namun tetap saja tumpukan sampah malah semakin banyak. Spanduk peringatan DLHK seolah tak berarti di mata masyarakat, tepian jalan tanggul irigasi tanah pengairan dijadikannya tempat pembuangan sampah. Hal tersebut terjadi di tanggul irigasi Desa Sukamerta Kecamatan Rawamerta.
Menurut Saifudin (27), warga setempat sebelumnya sampah di tepian jalan tersebut hanya sebagian kecil saja, namun seiring berjalannya waktu banyak masyarakat yang memanfaatkan tanggul irigasi dengan menjadikannya sebagai tempat pembuangan sampah indah. Saat ini, tumpukan sampah tersebut malah tambah banyak dan merebut jatah pengendara. "Awalnya mah sedikit, terus dibakarin juga sama masyarakat. Eh selang berapa lama malah nambah banyak, mungkin masyarakat juga mengira kalau tempat itu teh pembuangan sampah," ujarnya, kepada Radar Karawang.
Selang beberapa bulan ke belakang, untuk menghindari lebih banyaknya tumpukan sampah, dipasanglah pagar bahkan spanduk peringatan dari DLHK, namun hasilnya tetap saja sampah malah semakin banyak dan tak terbendung, hingga memakan badan jalan.
Sementara itu, menurut Kepala Desa Sukamerta Agua Hasan Bisri, mengatakan, untuk membersihkan sampah tersebut harus dibuat proposal terlebih dahulu, dan desa membuat tempat pembuangan sementara. Selebihnya baru diangkut oleh dinas kebersihan. "Itu di tanah pengairan pada buangna. Udah disampaikan ke pak camat, terus pak camat udah di sampaikan ke dinas kebersihan," ujarnya.
Dirinya pun seringkali mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di tempat tersebut, karena akan mencemari lingkungan dan bisa menjadi biang penyakit apalagi di musim hujan seperti saat ini. "Sudah diberikan imbauan, mung biasa ucing -ucingan buangna. Katanya yang buangnya bukan masyarakat Sukamerta aja, tapi yang di luar Sukamerta juga ada yg ikut buang. Kedah kumaha mah kesadaran ge rada kirang," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template