Sekolah Jualan Sampul Rapor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sekolah Jualan Sampul Rapor

Sekolah Jualan Sampul Rapor

Written By Mang Raka on Rabu, 13 Desember 2017 | 11.30.00

Orang Tua Siswa Kesal Diminta Rp 60 Ribu

KOTABARU, RAKA - Gara-gara mematok harga sampul rapor Rp 60 ribu, puluhan orang tua siswa SDN Wancimekar I meradang. Mereka menilai sekolah melakukan keputusan sepihak tanpa melakukan musyawarah.
Muhidin (37), warga Kampung Krajan RT 02/02 Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, menegaskan, kebijakan pihak sekolah yang mengharuskan siswa membayar iuran sekolah dengan alasan mengganti buku rapor lama ke yang baru, sangat tidak manusiawi. Karena iuran yang dipatok sebesar Rp 60 ribu tersebut langsung diwajibkan kepada siswa. "Tiba-tiba saat anak pulang sekolah bilang suruh bayaran iuran pembuatan rapor baru 60 ribu, jelas kami kaget. Karena uang segitu, cukup besar bagi kami," ungkapnya kepada Radar Karawang, Selasa (12/12) kemarin.
Lelaki yang berprofesi sebagai kuli jahit topi itu melanjutkan, persoalan iuran rapor meskinya dilakukan kesepakatan terlebih dahulu. "Ya saya sampai sekarang belum bisa bayar. Boro-boro untuk bayar, buat makan anak dan istri saja saya meski semalaman kerjanya," ucapnya.
Hal senada disampaikan Ipah (60), nenek paruh baya yang terpaksa mengurusi kedua cucu, karena selama 6 tahun ditinggal orangtuanya itu mengaku bingung. Cucunya yang bernama Ilham Ramadhan (10) dan Muhammad Nabil (11) terus merengek agar segera membayar iuran sampul rapor. "Emak mah udah bingung harus gimana. Kemarin cari pinjeman ke tetangga sana sini tak kunjung dapat. Terpaksa memasrahkan memotong tabungan di sekolah, biar cucu saya tidak lagi terus merengek," ungkapnya.
Saat ditemui di ruang guru, Kepala SDN Wancimekar I Dadi Suhasi S.Pd mengatakan, persoalan iuran sampul rapor baru diperuntukan bagi siswa yang sudah menggunakan metode belajar kurikulum 2013. "Rapor kurtilas beda dengan rapor yang lama," ungkapnya.
Ia melanjutkan, pihak sekolah belum difasilitasi oleh pemerintah untuk mengganti sampul rapor siswa. Sehingga pihak sekolah harus membeli sendiri ke percetakan. Dirinya berharap para orang tua bisa mengerti. "Kami tidak pernah ada unsur mewajibkan orang tua untuk membayar jika masuk kategori tidak mampu. Kami juga sedang mendata siswa mana saja yang tidak harus membayar," ujarnya.
Sementara Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kotabaru H Anang Sutarman menyampaikan, pihaknya tidak ada kewenangan untuk mencampuri urusan tersebut. Tapi seharusnya pihak sekolah mengkoordinasikan dulu kepada masyarakat. "Ya hari ini (kemarin) juga saya akan panggil kepala sekolahnya, karena biar tahu bagaimana prosedurnya sampai muncul angka Rp 60 ribu. Kalaupun misalnya ada warga yang kurang mampu, kan ada dana sharing dari dana BOS," pungkasnya. (ian)

Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template