Sehari Empat Warga Karawang Kena Difteri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sehari Empat Warga Karawang Kena Difteri

Sehari Empat Warga Karawang Kena Difteri

Written By Mang Raka on Rabu, 13 Desember 2017 | 12.30.00

CIAMPEL, RAKA - Wabah difteri nampaknya sudah mulai menyebar di Kabupaten Karawang. Padahal dalam lima tahun terakhir, penyakit yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan itu tidak pernah terdengar.
Saat ini, penyakit mematikan itu sudah menyerang 14 kecamatan. Totalnya ada 22 orang positif difteri. "Agar tidak menular ke yang lain, penderita difteri mendapatkan pengobatan serius 6 bulan berturut-turut," ungkap Kepala Seksi Survielance Ruhyan di Puskesmas Ciampel, Selasa (12/12) kemarin.
Ia melanjutkan, difteri termasuk golongan penyakit kejadian luar biasa, sebab dengan hanya berkomunikasi saja sudah bisa tertular karena percikan ludah dari seseoarang yang terinfeksi difteri. "Semalam baru ada 18 orang, tadi pagi terakhir jam 08.22 sudah ada 4 orang yang terinfeksi lagi," jelasnya.
Dia menjelaskan, penderita difteri dapat dikenali seperti mengalami suara serak, tenggorokan terasa sakit, nyeri saat menelan, kesulitan bernafas, kelenjar getah bening di leher membesar atau membngkak, tenggorokan dan amandel tertutup oleh embran berwarna abu-abu, demam dan menggigil. "Mulai dari sekarang kita harus kenali penyakit difteri ini agar masyarakat tahu, dan bisa membantu penanganannya," tuturnya.
Kepala Pusekesmas Ciampel Asep Sunarya SKM mengatakan, untuk mengatasi difteri petugas kesehatan masih terkendala anggaran untuk pemberian imunisasai penyakit difteri. "Setiap petugas belum ada anggaran logistik dan tenaga kerja yang terbtas," tuturnya.
Di tempat lain, Kepala UPTD Puskesmas Lemahabang H Rasidi mengaku, distribusi vaksinasi baru mulai turun hari ini. Dengan target se Kecamatan Lemahabang 22 ribu orang lebih. Sementara sasaran yang akan divaksin adalah anak-anak sekolah. Namun persoalan muncul karena jadwal vaksinasi untuk sekolah adalah minggu kedua. "Anak-anak sudah libur UAS kalau vaksin dilakukan minggu kedua," ujarnya.
Ia melanjutkan, solusinya adalah para guru mengarahkan para peserta didik untuk hadir sehari di sekolah, jika tidak bisa sebut Rasidi, bisa dilayani di posyandu. "Ini memang dadakan, logistiknya juga baru datang," katanya.
Guru SMPN 2 Lemahabang  Emin mengapresiasi pemberian vaksin difteri setelah sebelumnya imunisasi MR di sekolah. Namun, difteri yang KLB dan serba dadakan ini terancam tidak terserap optimal, karena selain distribusi vaksinnya yang baru datang, ditambah dengan jadwal kalender akademik siswa per tanggal 15 Desember sudah libur sampai 2 Januari mendatang. "Kita mohon solusinya, bisa gak vaksinasi itu diserap untuk anak sekolah sebelum hari libur 15 Desember ini," sarannya.  (yna/rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template