Satu Keluarga Berpenyakit Aneh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Satu Keluarga Berpenyakit Aneh

Satu Keluarga Berpenyakit Aneh

Written By Admin Raka on Selasa, 26 Desember 2017 | 12.10.00

CILAMAYA KULON, RAKA - Lokasi rumah yang tidak jauh dari Sumur Awisan yang merupakan cikal bakal Desa Sumurgede di Dusun 04 RT 04/02, Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, terdapat satu keluarga yang berpenyakit aneh. Ratusan benjolan besar di sekujur tubuh.
Dadang (56), anak kedua dari tiga bersaudara kesulitan bicara dan makan minum akibat benjolan yang nyaris menutupi bagian mulutnya. Sedangkan dua saudaranya, Kumis sudah meninggal terlebih dulu akibat penyakit tersebut dan kakaknya, Wayim belum separah Dadang.
Dadang mengatakan, apa yang dialaminya apakah takdir atau penyakit, dia terima saja. Ia mengaku tidak pernah berobat karena malu, dan merasa benjolannya tidak menimbulkan rasa sakit. Setiap hari dirinya jarang keluar rumah, kecuali sebatas ngopi dari warung dan balik lagi ke rumah. "Pasrah saja mungkin sudah takdir. Ini bukan penyakit karena gak sakit juga. Dua saudara saya juga sama seperti ini," katanya kepada Radar Karawang.
Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Cilamaya Kulon  Badrudin mengatakan, pihaknya belum melakukan assessment secara mendalam, karena dia melihat Dadang seperti kurang peduli dengan penyakitnya. Apalagi, berulangkali saat datang bersama dokter RSUD pun selalu mengaku pasrah. Bahkan, dua saudarnya juga lahir dalam keadaan berbintik di sekujur tubuhnya. "Buyut, kakek dan bapaknya pun kabarnya sama. Intinya penyakit itu dasarnya bawaan dari faktor genetika atau keturunan," ungkapnya.
Ia melanjutkan, menurut keterangan Dadang, sejak bayi dirinya mempunyai kulit yang beda dengan bayi yang lain. Bintikan sudah ada walaupun volumenya kecil. Namun, seiring bertambahnya usia, bertambah pula dari bintikan itu jadi besar. Sehingga bintikan itu jadi benjolan-benjolan yang amat besar dan menutupi mulutnya. "Benjolan tersebut menjalar layaknya plastik yang meleleh kena api. Pak Dadang ini merelakan dirinya tidak beristri sampai sekarang," katanya.
Saat dibujuk mendapatkan perawatan khusus, Dadang tidak mau dirujuk walaupun banyak orang yang menasehati agar mau diobati. Hanya saja, Badrudin mencoba mengundang keluarga Dadang, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat untuk sama-sama membujuknya ke rumah sakit. Meski tidak memiliki identitas kependudukan seperti KK maupun KTP, Dadang masih memiliki JKN. "Hasil musyawarah tersebut rupanya pak Dadang agak berubah pikiran dan keputusannya setelah musyawarah keluarga," katanya.
Lebih jauh Badrudin menambahkan, dalam rekam medis, dugaan penyakit yang diderita Dadang adalah tumor syaraf. Karenanya, lewat kebijakan dokter RSUD, pihaknya siap fasilitasi Dadang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Maka dia meminta dukungan dari tokoh pemuda dan masyarakat setempat untuk selalu mempengaruhi Dadang agar mau dan siap diberikan layanan kesehatan.
Kepala UPTD Puskesmas Pasirukem Dedi Sugandi S.km mengatakan, sejak tahun 2007 pernah ditawarkan kepada pihak keluarga dan sempat mau dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung bersama bidan desa, namun yang bersangkutan justru tidak mau. "Penyakit pasti yang diderita Dadang saya tidak mengetahui," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template