Saber Pungli Obrak-abrik Wancimekar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Saber Pungli Obrak-abrik Wancimekar

Saber Pungli Obrak-abrik Wancimekar

Written By Angga Praditya on Sabtu, 16 Desember 2017 | 13.00.00

Setelah Kutipan Rapor, Kini Pungli Akta Kelahiran 

KOTABARU, RAKA - Beberapa hari ini pengelola sekolah maupun pejabat Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, dibuat babak belur oleh kehadiran Tim Saber Pungli. Selain persoalan pungutan sampul rapor Rp 60 ribu yang dilakukan oleh SDN Wancimekar I, kini giliran aparat desa yang terendus melakukan pungutan liar pembuatan akta kelahiran Rp 300 ribu.
Temuan itu terungkap saat seorang warga Wancimekar yang mewanti-wanti namanya tidak disebut, mengungkapkan kepada Tim Saber Pungli jika di desanya kerap terjadi pungli pembuatan akta kelahiran. Tidak menunggu lama, tim yang dikomandani Wakapolres Karawang langsung melakukan penelusuran. Hasilnya, selain bukti-bukti yang menguatkan laporan tersebut, saber pungli juga sudah mengantongi nama orang yang melakukan pungutan tersebut. "Kami sudah merespon temuan baru pembayaran pembuatan akta kelahiran yang disampaikan warga. Oknum aparat desa sudah kami kantongi namanya, juga beberapa bukti," ungkap anggota Tim Saber Pungli Kabupaten Karawang, Mutiara Pertiwi kepada Radar Karawang, Jumat (15/12) kemarin.
Ia melanjutkan, temuan baru tersebut akan segera ditindak lanjuti. Karena dalam pembuatan akta kelahiran tidak boleh dipungut biaya, karena sudah digratiskan oleh pemerintah. "Ini masih dalam penyelidikan," tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Wancimekar Bowo menyampaikan, tidak ada pungutan pembuatan akta kelahiran yang dipatok aparat desa. "Iya nanti jika memang ada aparat desa yang mematok pembayaran akta kelahiran, nanti kami akan menegurnya. Karena pembuatan akta tersebut memang gratis," terang Bowo.
Meski begitu, dia tidak menampik ada uang jasa yang diberikan warga jika meminta bantuan untuk mengurusi pembuatan akta kelahiran. "Ada juga ongkos jasa yang mengurusi pelayanan dalam mengurusi pembuatan akta kelahiran, itu juga seiklasnya warga sendiri. Kami tidak mematok harga, karena di aturan desanya juga tidak ada," ucapnya.
Bingungnya, kata dia, saat ada masyarakat yang membuat akta kelahiran bahkan pembuatan KTP, tidak sedikit masyarakat sering menanyakan harga pembuatan tersebut. Padahal pihak desa tidak pernah mematok harga. "Kadang-kadang suka ada warga juga saat mengurusi pembuatan akta kelahiran ataupun KTP saja suka bilang, pak bayarnya berapa membuat KTP. Ya kami jawab sih terserah umumnya saja seperti yang sudah-sudah. Biasanya sih masyarakat suka ngasih Rp 20 ribu," katanya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template