Remaja Zaman Now - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Remaja Zaman Now

Remaja Zaman Now

Written By Angga Praditya on Jumat, 15 Desember 2017 | 11.00.00

Diputus Cinta Siram Pacar Pakai Oplosan 

PURWAKARTA,RAKA - Ada-ada saja ulah remaja masa kini atau biasa disebut zaman now. Gara-gara diputus cinta oleh pacarnya, seorang laki-laki menyiramkan miras oplosan jenis ciu ke wajah pacarnya. Akibatnya, mata sang pacar kini mengalami kesakitan dan nyaris mengalami kebutaan. Akibat ulahnya ini, pelaku harus berurusan dengan hukum.
Pelaku yang bernama Syahroni (20), warga Kampung Karajan RT05, RW03 Desa Salamjaya, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta itu, kini sudah ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta. Syahroni ditangkap petugas di tempat persembunyianya di sebuah mes salah satu perusahaan di Kawasan Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur setelah buron selama sepekan. 
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Agtha Bhuwana mengatakan, bahwa kasus tersebut motifnya adalah asmara, karena antara pelaku dan korban berinisial IDL (16), pelajar kelas 2 SLTA warga Kampung Gebang, Desa Nagri Kidul Purwakarta, merupakan pasangan kekasih. Penyiraman terjadi, setelah pelaku cemburu terhadap korban yang telah memutus cintanya dan telah memiliki kekasih baru, akhirnya keduanya terjadi adu mulut di sekitar Jalan Terusan Kapten Halim atau Pasar Simpang Purwakarta. Sehingga pelaku nekat menyiramkan miras oplosan berjenis ciu ke muka sehingga mengenai mata korban. "Setelah kejadian itu pelaku langsung kabur melarikan diri, dan korban dilarikan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta, karena matanya sakit dan sulit melihat," kata Agtha, Kamis (14/12).
Atas perbuatanya itu kedua orang tua korban langsung melaporkan ke Mapolres Purwakarta, hingga akhirnya pelaku diciduk ditempat persembunyian setelah buron selama satu minggu. "Sementara pengakuan pelaku menyiramkan miras terhadap korban itu, karena sakit hati cintanya telah diputus, sehingga ia nekat melukai korban dengan tujuan agar korban menjadi cacat,'' jelasnya.
Agtha menjelaskan, hingga saat ini korban masih belum bisa beraktivitas ke sekolah lantaran matanya masih belum normal, serta psikologisnya belum pulih. "Atas perbuatanya itu pelaku dijerat pasal 80 undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara,'' pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template