Remaja 18 Tahun Diduga Depresi Usai Bercerai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Remaja 18 Tahun Diduga Depresi Usai Bercerai

Remaja 18 Tahun Diduga Depresi Usai Bercerai

Written By Angga Praditya on Rabu, 20 Desember 2017 | 11.30.00

PURWAKARTA,RAKA - Jajaran Kepolisian Satres Narkoba Polres Purwakarta melakukan penyidikan terkait adanya informasi aduan warga Desa Sukamaju, Kecamatan Sukatani yang memiliki anak berperilaku aneh diduga akibat pengaruh narkoba. Namun setelah diselediki ternyata ST mengalami gangguan kejiwaan. Diduga, dia depresi usia bercerai dengan suaminya.
Aduan tersebut berasal dari Pian (45), warga Kampung Cidalung, RT10/04, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukatani. Ia  meminta pertolongan kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melalui call center Purwakarta agar anak perempuan berinisial ST (18) dapat segera direhabilitasi. Pasalnya Pian menduga jika anaknya telah dicekokin narkoba oleh teman-temannya hingga bertingkah sedikit aneh. Atas dasar sumber pengaduan dari call center bupati yang diterima pihak Polres Purwakarta, jajaran Satres Narkoba Polres Purwakarta melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut. "Benar kita mendapatkan laporan adanya dugaan penyalahgunaan narkoba dari call center Bupati Purwakarta dan langsung petugas kita tindak lanjuti," kata Kapolres Purwacara AKBP Dedy Tabrani, melalui Kasat Narkoba, AKP Heri Nurcahyo, kemarin.
Kendati demikian, sebelumnya ayah ST juga telah mendatangi kantor Polsek Sukatani untuk melaporkan kondisi anaknya. Karena dilihat ada sedikit keanehan dari tingkah laku yang diperlihatkan ST, petugas Polsek Sukatani menyarankan Pian untuk membawa anaknya ke RS Bayu Asih untuk dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. "Setelah dibawa, pihak RS Bayu Asih menuturkan kelakuan ST yang sedikit aneh, karena yang bersangkutan diduga mengalami gangguan kejiwaan. Dan pihak keluarga disarankan agar ST dirujuk ke dokter spesialis kejiwaan," tutur Heri.
Heri menjelaskan, dari hasil penyelidikan, pihaknya tidak menemukan adanya indikasi ST mengkonsumsi narkoba. Tidak juga ditemukan adanya bekas maupun barang bukti narkoba. "Dari penyelidikan yang kita lakukan, tidak ada juga satupun saksi yang melihat ST mengkonsumsi narkoba," jelasnya.
Heri pun menambahkan, ST diduga mengalami depresi atau gangguan kejiwaan mengingat ia pernah menikah di usia dini dan telah memiliki 1 orang anak, namun sudah bercerai dengan suami. Pada akhir bulan November 2017, ST sering meninggalkan rumah tanpa pamit dan tidak tahu pergi kemana. Setelah itu pada 7 Desember 2017 ST kembali pergi dari rumahnya dan ditemukan di rumah salah satu temannya pada 9 Desember 2017. "Dari rangkaian peristiwa tersebut, akhirnya pihak keluarga menyimpulkan jika ST diduga mengkonsumsi narkoba karena bertingkah aneh. Namun hasil keterangan dari pihak RS Bayu Asih ternyata yang bersangkutan diduga mengalami gangguan kejiwaan," ucap Heri. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template