Rela Jadi TKW di Malaysia - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Rela Jadi TKW di Malaysia

Rela Jadi TKW di Malaysia

Written By Admin Raka on Jumat, 22 Desember 2017 | 11.45.00

KLARI, RAKA - Siapa yang tidak ingin tinggal hidup bersama kedua orang tua. Semua orang pasti mengidamkan tinggal bersama keluarga di rumah. Namun apa daya jika segala sesuatu berbenturan dengan kebutuhan ekonomi. Sehingga banyak seorang anak ditinggal orang tua bekerja ke luar negeri.
Febri Sabrina Putri misalnya, bocah kecil yang baru berumur tiga tahun ini sudah ditinggalkan kedua orang tuanya dan tinggal bersama kakek serta saudaranya di Dusun Karajan RT 13/01, Desa Cibalongsari.
Memiliki keluarga yang kurang harmonis membuat sang ibu, Nurhalimah (25) terpaksa menjadi ibu sekaligus tulang punggung keluaraga. Sudah menginjak 3 bulan, Febri sudah tidak merasakan kehangatan sosok ibundanya yang selalu menemani hari-harinya.
Nurhalimah yang merupakan janda di kampung halamannya itu tidak bisa berdiam diri saja, ketika sudah ditinggalkan oleh suaminya beberapa tahun yang lalu. Dengan kondisi tersebut, Nurhalimah memberanikan pergi ke luar negeri menjadi TKW di negeri jiran Malaysia. "Sudah mah ditinggal pergi sama bapaknya, sekarang ditinggal pergi juga sama ibunya ke Malaysia," ucap pamannya Dedi, yang merupakan salah satu ketua RT di kampung itu.
Dedi juga menjelaskan, sebelumnya Nurhalimah hanya perempuan desa yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga saja. Dia tidak memiliki pengalaman bekerja baik di perusahaan maupun pabrik di Karawang. Alasan tersebut membuat ibu yang dikarunia satu anak ini memilih bekerja di luar negeri. "Sehari-harinya cuma jadi ibu rumah tangga aja, jadi tidak punya penglaman apa-apa," ungkapnya.
Untungnya, Febri tidak tinggal sendiri di rumah. Bocah malang yang sudah tidak merasakan kehangatan kedua orang tuanya itu, kini tinggal di rumah kecil bersama kakek tua dan dua saudara Nurhalimah yang merawatnya. Hanya mengandalkan usaha dari serabutan pamannya Febri sudah terlihat bahagia. Tidak banyak, keluarganya hanya menginginkan Febri bisa dapat bahagia seperti anak-anak seumurannya. " Mungkin karena masih kecil jadi belum tahu rasanya ditinggalkan, tapi setiap malam selalu memangis nyebut nama mamahnya terus," akunya.
Untuk bisa berkomunikasi dengan ibunya saja, Febri harus menunggu satu bulan bahkan lebih, agar bisa berbicara dengan ibunya melalui selular dari Malaysia. Pihak keluarga berharap Febri bisa terus mendapatkan kebahagiaan meski tidak bersama kedua orang tuanya. "Sedih ya pasti sedih, setiap lihat wajah Febri saya selalu sedih. Karena baru berumur 3 tahun saja sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Saya harap bagi anak-anak di luar sana selama masih tinggal bersama kedua orang tuanya, manfaatkan waktu bersama orang tua sebaik mungkin dan selalu bersyukur," pesannya. (yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template