Puskesmas Simulasi Hidup Sehat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Puskesmas Simulasi Hidup Sehat

Puskesmas Simulasi Hidup Sehat

Written By Admin Raka on Selasa, 19 Desember 2017 | 15.30.00

Warga Desa Kalijaya Disadarkan Sanitasi 

TELAGASARI, RAKA - Warga tiga Dusun di Desa Kalijaya Kecamatan Telagasari diberikan pelatihan lapangan dan sadar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Kegiatan yang difasilitasi Petugas Kesehatan Lingkungan (Kesling) Puskesmas Telagasari ini memberikan penyadaran agar tidak Buang Air Besar (BAB) sembarangan.
Petugas Kesling UPTD Puskesmas Telagasari, Lilis Murniasih ST, Senin (18/12) mengatakan,  pihaknya fasilitasi masyarakat Desa Kalijaya untuk lebih menyadari Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), sebagai upaya merubah perilaku di masyarakat, dari BAB sembarangan untuk menjadi tidak sembarangan. Setidaknya, sebut Lilis ada lima pilar STBM agar masyarakat menerapkan hal itu.
Pertamanya adalah Stop buang air besar sembarangan, kemudian penyediaan air bersih rumah tangga, pengelolaan limbah cair rumah tangga dan pengelolaan sampah rumah tangga. Karena melalui hal itu, pihaknya mengultimatum pelaksanaan lima pilar ini untuk sukseskan STBM ini. "Penyadaran itu penting, bagaimana lima pilar ini dilaksanakan untuk suksesi STBM," katanya.
Lebih jauh Lilis menambahkan, cara jitu untuk penyadaran dengan membuatkan semacam game seperti memicu rasa jijik. Dikumpulkan warga yang menggunakan sanitasi dan warga yang tidak menggunakan sanitasi yang baik seperti jamban, irigasi dan sejenisnya. Bagaimana jika air irigasi diminum dan digunakan mandi, kemudian bagaimana pencemaran itu mengundang penyakit baru dimasyarakat. 
Melalui beragam simulasi dan permainan itu, outputnya diharapkan masyarakat bisa semakin sadar membuat sanitasi yang baik di rumahnya. "Kita sosialisasikannya dengan metode game dan simulasi di lapangan untuk memicu rasa jijik dan memberi gambaran yang bersih kepada masyarakat," Katanya.
Lilis menyebut pemerintah belum bisa memberikan MCK atau Sanitasi per unit rumah. Namun, sempat ada anggaran Rp 700 juta guna membangun sanitasi di berbagai desa.  Justru jarang dimanfaatkan masyarakat dibeberapa titik, karena yang jitu diakui Lilis, adalah pemberian MCK langsung per unit rumah, bukan per dusun disatu tempat,  sehingga beberapa masih kurang digunakan optimal. "Dulu ada anggaran ratusan juta untuk pembangunan sanitasi, tapi tidak dimanfaatkan optimal," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template